Ummu ‘Umarah Nasibah binti Ka’ab bin ‘Auf, Shahabiyah Mujahidah

Inilah Ummu ‘Umarah Nasibah binti Ka’ab bin ‘Auf, seorang shahabiyah mujahidah. Ia keluar di tengah pasukan kaum muslimin dalam perang Uhud dan mendapatkan ujian yang baik. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam telah bersabda tentangnya: “Sungguh kedudukan Nasibah binti Ka’ab lebih baik dibanding kedudukan fulan dan fulan.”

Ia sebagai pahlawan perang umat Islam. Kemudian ia memalingkan wajahnya dari mereka, ternyata pedang-pedang kaum musyrikin menimpa mereka, memenggal leher-leher mereka dan menikam punggung-punggung mereka. Maka mereka bercerai berai dan mudur ke belakang. Dia pun pergi ke hadapan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam, ia mencabut panah dan memukul dengan pedang. Sedangkan di sekitarnya ada para tokoh seperti Ali, Abu Bakar, ‘Umar, Sa’ad, Thalhah, Az-Zubair, Al-‘Abbas, kedua putranya dan suaminya. Ia tidak ingin bahaya mendekati Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam, sehingga ia menjadi bentengnya. Sampai-sampai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

Artinya: “Tidakkah Aku melihat ke kanan dan ke kiri melainkan aku melihatnya berperang untuk membelaku.”

Dari ‘Umarah bin Ghazyah, ia mengatakan, “Ummu ‘Umarah menuturkan, “Aku melihat orang-orang pergi dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan tidak tersisa kecuali sekelompok orang yang kurang dari sepuluh orang. Aku, anakku dan suamiku berada di depan Rasulullah  untuk melindungi beliau. Sementara orang-orang melewati beliau untuk melarikan diri, dan beliau melihatku tidak memakai perisai. Ketika beliau melihat orang yang melarikan diri sambil membawa perisai, maka beliau mengatakan, “Lemparkan perisaimu untuk dipakai orang yang berperang.” Ia melemparkannya, lalu aku mengambilnya. Perisai tersebut aku pakai untuk melindungi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. Luka yang aku dapatkan hanyalah dari orang-orang berkuda. Seandainya mereka berjalan (tanpa tunggangan) seperti kami, niscaya kami dapat melukai mereka, Insya Allah.

Ketika seeorang datang, lalu menebasku, Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam berteriak, “Wahai putera Ummu ‘Umarah! Ibumu! Ibumu!” Lalu puteraku mambantuku menghadapi pria tersebut sehingga aku berhasil membunuhnya.” Pada hari itu Ummu ‘Umarah Rodhiyallahu ‘anhuma terluka sebanyak 13 luka.

Inilah Ummu ‘Umarah, seorang mujahidah yang membela Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dengan hidupnya. Membela beliau karena agama. Mencemaskan keadaan beliau adalah lebih penting baginya daripada dirinya sendiri. Dimanakah kaum wanita sekarang jika dibandingkan dengan wanita-wanita yang membeli akhirat dengan dunia? Mudah-mudahan kita bisa membela Islam dengan menegakkan kalimah Allah setidaknya di dalam rumah tangga kita, dengan mendidik anak-anak menjadi anak-anak yang sholeh/ sholehah dan menanamkan kecintaan mereka kepada Allah dan RosulNya Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Aamiin…

One Response

  1. izin share ya..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: