Berbagi Cerita Pengalaman Mengenalkan MPASI


Seperti yang sudah pernah saya singgung sebelumnya di postingan terdahulu bahwa pengenalan makanan padat pada bayi memegang peran penting pada kebiasaan makannya suatu hari nanti saat ia tumbuh semakin besar.

  1. Saat ibu pertama kali mengenalkan makanan padat pada bayi ibu, sebaiknya makanan buatan ibu sendiri, bukan makanan instan yang  cepat saji. Karena ternyata berdasarkan survey terhadap keponakan dan juga anak-anak teman saya, menunjukkan bahwa bayi yang dikenalkan makanan padat berupa makanan instan, maka dia akan cenderung pemilih terhadap makanan terutama dari segi rasanya. Contohnya keponakan saya (15 bulan) yang lebih suka makan bakso, makan soto atau bahkan makan mie instan ketimbang makan makanan rumah. Padahal lho… makanan-makanan tadi banyak mengandung penyedap rasa yang sangat tidak baik bagi tubuh termasuk juga bersifat karsinogenik.
  2. Variasikan pemberian makanan agar bayi ibu kaya rasa, tetapi bukan dengan memberikan gula dan garam. Karena pemberian gula akan menyebabkan anak menjadi pemilih terhadap makanan, sedangkan garam akan memberatkan kerja ginjal.
  3. Biasakan sejak dini untuk memasukkan buah-buahan sebagai menu harian bayi ibu. Karena kebiasaan ini dapat terbawa terus. Keluhan teman saya, anaknya susah kalau disuruh makan buah, dan ternyata diakui bahwa memang saat bayi jarang sekali makan buah.
  4. Sebaiknya ibu membaca hal-hal tentang MPASI (Makanan Pendamping ASI), juga resep-resepnya jauh-jauh hari, bisa 3 bulan sebelum jadwal pengenalan makanan padat (moga2 ga kejauhan, hehe…). Mengapa? Karena memberikan kesempatan/ waktu bagi ibu untuk memperkaya wawasan mengenai cara dan tips MPASI, mendapat resep-resep MPASI sehingga dapat  meningkatkan antusias, niat dan keinginan besar untuk membuat MPASI by your self (home made). Selain itu juga bisa sambil bertanya pada teman-teman ibu yang sudah berpengalaman dalam memberikan MPASI pada bayinya. Pengalaman yang baik bisa diamalkan, yang tidak baik bisa diambil hikmahnya agar tidak terulang pada bayi ibu.

Ingin berbagi tentang pengenalan dan pemberian makanan padat pada putri saya, Shofiya, yang sekarang sudah berumur 7,5 bulan.

Makanan padat pertama Shofiya saat berumur 5 bulan adalah bubur tepung beras (tepung beras dimasak lalu ditambah susu) dicoba selama 4 hari, 1 kali sehari, terus meningkat secara bertahap dan coba dibuat jadwalnya. Kemudian saya coba beri pisang kukus (pisang gajih dikukus, lalu dlumatkan setelah dibuang isinya, kadang saya tambahkan susu). Alhamdulillah dia suka, meskipun di awal pemberian bubur tepung beras maupun pisang kukus terlihat sedikit penolakan, tapi saya anggap itu lumrah karena baru perkenalan, toh saya tidak berputus asa untuk tetap mengenalkan makanan demi makanan (ceile…Alhamdulillah…). Kemudian berlanjut pada bubur tepung beras merah (tepung beras merah dimasak lalu ditambah susu). Sebenarnya tepung beras merah tidak dijual di pasar ataupun di toko, yang ada adalah beras merah, maka karena mengetahui kelebihannya dan manfaatnya bagi tubuh serta kesehatan, maka sayapun membuat sendiri tepung beras merahnya. Caranya pertama dengan membersihkan beras merah, kemudian saya keringkan di bawah sinar matahari, lalu disangrai agar benar-benar kering sehingga lebih tahan lama (kalau basah mudah dihinggapi jamur), baru kemudian ditumbuk, lalu diayak. Jreng… jreng… jadilah tepung berasa merah buatan ummu Shofiya ^^

Selanjutnya saya juga mencoba bubur tepung beras merah ditambah dengan air tomat atau air jeruk, kemudian ditambah wortel. Sampai  sekarang yang sudah menjadi menu hariannya adalah beras merah (sama pembuatannya dengan tepung beras merah, tetapi sudah tidak perlu diayak lagi)+wortel parut+bawang putih parut+tahu/ tempe parut+tomat parut kadang, semuanya ditim dengan urutan memasukkan seperti yang sudah saya sebutkan mulai dari beras merah hingga terakhir tomat. Kl pada hari itu pas ada brokoli ataupun bayam ya tinggal ditambahkan, kalau pas ada ayam juga ditambahkan, tp makanan dasarnya sama. Dulu pernah juga saya coba bubur roti tawar, Alhamdulillah mau. Setiap hari harus ada buahnya entah itu jeruk, pisang (pisang Ambon, pisang gajih, pisang susu, dll.) atau apel. Kalo apel saya buat dalam bentuk puree apel yaitu dikukus kemudian diblender, lalu lebih sering saya campurkan ke makanan dasarnya. Belum genap 7 bulan, Shofiya sudah bisa menghabiskan jeruk 1 buah.

Jangan lupa juga setiap selesai makan diberi minum, saya seringnya ngasih air putih. Beberapa hari yang lalu saya coba buat air rebusan kacang hijau ditambah gula merah sedikit, diminumkan setelah makan, Alhamdulillah Shofiya suka, malah ketawa ketiwi sampai keliatan gusinya, hehe… Saat dicobakan kepada ponakan saya… eh malah dilepeh, sama halnya saat saya pernah coba memberikan makanan Shofiya pada sepupunya itu, ternyata juga dilepeh.

O iya… pernah sekali saat umurnya 7 bulan, umminya tidak sempat masak, terpaksa diberi makanan/ bubur instan, eh… ternyta dilepeh, ya udah ga diteruskan langsung masak saat itu juga.

Prinsip saya, anak harus suka makanan rumah, makanan buatan umminya yang lebih sehat, dengan gizi seimbang, tanpa pengawet maupun perasa buatan, insya Allah… Oleh karena itu harus dimulai sejak dini.

Nah ibu-ibu, semoga bermanfaat hasil bagi-bagi ceritanya ^^

*****************

Jember, 02.30 WIB,

di kamar sambil sesekali melihat putri kecilku tidur ditemani temaram lampu,

 semoga bisa menjaga amanah ini,

Aamiin…

2 Responses

  1. Wah Alhamdulillah ya mba.. Hatur nuhun, makasih atas share ilmu nya. Smg kelak insyaAllah bisa saya terapkan ilmu nya ya mba.
    Btw makasih penjelasan ttg placenta previa, krn waktu itu jg sempat khwatir en nanya ke dokter saya apakah sy kena placenta previa dokternya mengatakan bahwa usia kandungan masih 5 bulan lebih (wktu itu) dan insyaAllah bayi dan rahim msh bisa membesar jd smg posisi placenta jg bisa berubah. Doakan ya dok.
    makasih.
    Sering2 berbagi artikel ttg kehamilan dan baby ya.. Sekalian sy izin copas jg..🙂

    • Sm2… ^^
      Penegakkan diagnosis plasenta previa memang pd saat pasien hamil trimester ketiga dgn perdarahan pervaginam, plasenta menutupi jln lahir, perdarahan telah dibedakan dengan solusio plasenta, baru dilakukan pemeriksaan utk memastikan adanya plasenta previa dan apakah dilakukan proses persalinan saat itu jg or ditunda.
      Kl saat ini hanya mberikan gambaran letak plasenta krn blm waktunya jg melahirkan jd blm tentu memang menutupi jln lhr, & mpersiapkan psikis si ibu jg jk nantinya terjadi plasenta previa, jk nantinya bkn plasenta previa, ya Alhamdulillah… So ttp bnyk berdoa ya mbak, smoga dberi kmudahan & klancaran saat melahirkan nanti ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: