Stimulasi Bayi Umur 0-12 Bulan


Usia 0-3 Bulan

1. Stimulasi dengan bola-bola kecil aneka warna

  • Gerakkan bola-bola tersebut ke arah kiri-kanan, hingga merangsang perhatiannya dan membuatnya tersenyum.
  • Biarkan si kecil mencoba mengenali bentuk bola itu dengan menyentuhnya. Eksplorasi ini akan membantu merangsang kemampuan motoriknya.

Manfaat:
Merangsang kemampuan indra penglihatan. Dengan latihan yang terus-menerus, kedua matanya akan berfungsi optimal. Si kecil akan mampu melihat objek yang dilihat dengan jelas dan bisa terfokus ketika menatap benda dari jarak yang berlainan.

2. Stimulasi dengan mainan/boneka/ gambar menarik

  • Bentangkan tali di antara dua sisi kiri dan kanan tempat tidurnya.
  • Gantungkan mainan/boneka/ gambar menarik dengan posisi persis di atas wajah si bayi. Pastikan talinya terikat erat dalam posisi tegang agar tak jatuh ke wajah bayi.
  • Pilihlah bentuk binatang yang lucu, seperti itik, gajah, atau sapi. Usahakan warna setiap boneka berlainan agar si mungil mulai belajar mengenal warna.
  • Gerak-gerakkan gantungan itu untuk menarik perhatian si kecil.
  • Jelaskan satu per satu nama-nama binatang/gambar tersebut.

Manfaat:
Bayi akan belajar mengetahui perbedaan masing-masing bentuk mainan yang
digantung. Untuk tahap berikutnya, tangan si kecil akan menggapai-gapai mainan yang digantung itu, sehingga kemampuan motoriknya terasah.

3. Stimulasi dengan balon

  • Balon bisa dijadikan mainan pilihan agar bayi tak merasa bosan.
  • Usahakan bentuk balon tak hanya bulat/lonjong, tapi juga panjang atau menyerupai bunga matahari. Warna balon pun sebaiknya warna-warni untuk mengasah kemampuan indra penglihatannya.
  • Sesekali lepaskan tali balon dan biarkan si kecil memperhatikan pergerakan balon tersebut saat melayang perlahan. Pemandangan ini akan membuatnya terkagum-kagum, sementara rasa ingin tahunya akan bertambah.

Manfaat:
Belajar memfokuskan indra penglihatan, selain membina hubungan yang
lebih erat antara bayi dengan orang tuanya.

4. Stimulasi dengan kerincingan

  • Berikan si kecil mainan berupa kerincingan.
  • Rangsang rasa penasaran si kecil dengan menggerakkan kerincingan dan biarkan dia berusaha menggapai dan memegangnya.

Manfaat:
Awalnya ditujukan untuk menstimulasi kemampuan indra pendengaran. Setelah menangkap dari mana arah suara itu berasal, otomatis indra penglihatan dan kemampuan refleksnya diuji.

Usia 3-6 Bulan

1. Stimulasi dengan cermin

  • Bayi pun ingin mengetahui seperti apa, sih, wajahnya. Tunjukkan padanya cermin dan biarkan ia mengagumi wajah yang terpantul di situ.
  • Mintalah kakaknya memangku si kecil, kemudian biarkan si kecil mengamati wajahnya sendiri dan wajah kakaknya di cermin.
  • Jangan lupa tunjuk wajah yang terlihat di cermin sambil menyebut namanya dan kakaknya.

Manfaat:
Bayi belajar mengidentifikasikan diri sendiri yang tengah tersenyum atau tertawa yang membuat kemampuan sosialnya terasah.

2. Stimulasi dengan selimut

  • Posisikan bayi di atas selimut. Ayah memegang kedua ujung yang satu sementara kedua ujung lainnya dipegang ibu.
  • Ayunkan selimut perlahan ke kiri dan kanan supaya bayi merasa “diombang-ambing” . Pastikan semua ujung selimut terpegang erat agar bayi tak jatuh.
  • Gulung selimut menyerupai sebuah bantalan kemudian telungkupkan bayi di atasnya. Pegangi si kecil dan biarkan ia mengetahui bagaimana rasanya “menggelinding” .

Manfaat:
Melatih kekuatan/stamina tubuh sebagai elemen dasar untuk melakukan berbagai aktivitas fisik di kemudian hari.

3. Stimulasi dengan bahan berisik

  • Bungkus piring plastik dengan plastik kresek.
  • Tempelkan piring itu ke telapak kaki bayi. Biarkan dia merasakan sentuhan benda tersebut pada kakinya.
  • Seiring dengan pijakan kakinya, ia juga akan mendengar suara kresek-kresek yang membangkitkan rasa ingin tahunya.

Manfaat:
Mengasah sensitivitas telapak kaki sebagai modalnya kelak untuk belajar berjalan.

Usia 6-9 Bulan

1. Stimulasi dengan mainan yang bisa berputar

  • Dalam posisi duduk di pangkuan ibu/bapak, tunjukkan mainan berupa kincir dari kertas.
  • Tiuplah baling-balingnya agar berputar. Sesekali, hentikan tiupannya dan perhatikan bagaimana reaksi si kecil.

Manfaat:
Melatih respons mata ketika melihat benda berputar dan menumbuhkan rasa
ingin tahu dengan cara mencoba meraih mainan tersebut.

2. Stimulasi dengan mainan peralatan dapur

  • Rangsanglah rasa ingin tahu bayi dengan mainan berbentuk peralatan dapur, seperti sendok dan piring kaleng/plastik. Tapi jangan berikan mainan yang bisa menimbulkan bahaya seperti bentuk garpu atau pisau.
  • Biarkan ia menyentuh dan memainkannya sambil kita jelaskan satu per satu fungsi alat dapur itu.

Manfaat:
Selain mengenal perbendaharaan alat dapur, juga melatih kemampuan motorik ketika dia mencoba memegang dan mencengkeram mainan itu.

3. Stimulasi dengan buku cerita

  • Sembari duduk di pangkuan, tunjukkan pada si kecil buku cerita yang bergambar.
  • Ceritakan kisah dalam buku itu dengan suara dan intonasi yang enak. Rangsang ketertarikan bayi dengan materi cerita yang beragam agar tak bosan.

Manfaat:
Memperkaya kosakata sehingga kemampuan lisannya akan lebih terasah.

4. Stimulasi dengan gelembung sabun

  • Permainan berupa gelembung sabun sangat menarik. Amati reaksi gembira yang diluapkannya.
  • Hanya saja pastikan tak ada gelembung yang menghampiri wajah si kecil. Bila pecah tepat di dekat matanya dikhawatirkan bisa menimbulkan perih.

Manfaat:
Melatih gerak refleks mata, tangan, dan gerakan badan ketika  meraih gelembung itu. Selain itu, mempererat hubungan anak dengan ibu/bapak.

5. Stimulasi dengan foto

  • Ambil album foto keluarga. Posisikan bayi untuk duduk di pangkuan lalu tunjukkan satu per satu foto dalam album itu.
  • Saat menunjukkan foto-foto tadi jangan lupa sebutkan nama sosok yang ditunjuk. Semisal, “Yang ini mama, ini papa dan yang itu kakek sama nenek.”

Manfaat:
Mengenalkan silsilah dan merangsang rasa ingin tahunya lebih jauh lagi.

6. Stimulasi dengan mainan yang dibungkus

  • Bungkuslah mainan-mainan si kecil menyerupai kado.
  • Biarkan si kecil berusaha membuka bungkusan tersebut satu-persatu. Lihatlah reaksinya ketika membuka bungkusan berisi bola, boneka, binatang dan miniatur alat-alat dapur.

Manfaat:
Melatih kekuatan jari-jemari dan menumbuhkan rasa penasaran, serta minat
mengeksplorasi.

7. Stimulasi dengan wadah plastik

  • Berikan si kecil botol-botol plastik bertutup yang sudah diisi ragam kacang, seperti kacang hijau, kacang kedelai, kacang merah, atau makaroni dan sejenisnya.
  • Amati reaksi/keheranannya saat menggoyang-goyangkan botol-botol tersebut. Ia sedang menyimak suara yang ditimbulkan benda di  dalamnya.
  • Di lain kesempatan beri wadah yang agak besar dan isilah dengan mainannya. Libatkan si kecil untuk memasukkan mainannya sekaligus mengeluarkannya.

Manfaat:
Belajar memfokuskan perhatian dan mengolah daya pikirnya. Si kecil pun melatih diri untuk jadi orang yang aktif.

8. Stimulasi dengan senter

  • Ambillah senter. Tempatkan mainan-mainan/ boneka sekitar setengah meter di depan posisi duduk di kecil.
  • Sorotlah mainan-mainan si kecil satu per satu. Lihat ketertarikan si kecil ketika mengamati sinar yang menerpa mainannya.

Manfaat:
Belajar mengenal cahaya yang terfokus juga merangsang daya penglihatan terhadap objek yang disorot senter itu.

9. Stimulasi dengan gasing

  • Posisikan si kecil duduk di pangkuan. Mintalah orang lain memutarkan mainan gasing persis di depannya.
  • Amati luapan kegembiraan akibat rasa takjub menyaksikan mainan yang bisa berputar sedemikian rupa.

Manfaat:
Si kecil belajar berpikir logis mengenai sebab-akibat. Rasa ingin tahu pun makin terasah.

Usia 9-12 Bulan

1. Stimulasi dengan puzzle

  • Berilah si kecil puzzle sederhana dengan gambar-gambar yang menarik/lucu.
  • Biarkan si kecil berusaha menyusun puzzle-nya, hingga rasa ingin tahunya terpenuhi.

Manfaat:
Merangsang konsep berpikir anak dan menstimulasi motivasi dirinya untuk bisa menyelesaikan sesuatu.

2. Stimulasi dengan mainan mobil-mobilan * Dudukkan si kecil di atas mainan
berbentuk mobil.

  • Doronglah perlahan-lahan mobil itu maju, mundur, dan belok ke kiri atau kanan.
  • Biarkan si kecil yang memegang kemudi biar ia merasakan kebanggaan tersendiri.

Manfaat:
Mengasah keterampilan dan melatih keseimbangan tubuh.

3. Stimulasi dengan tumbuhan-tumbuhan

  • Ajaklah si kecil ke halaman rumah, ke kebun atau paling tidak ajaklah ia mendekati pot bunga.
  • Kenalkan nama tumbuhan, tekstur daun, warnanya dan buahnya.
  • Di lain waktu kenalkan ia pada jenis tumbuhan lain.

Manfaat:
Belajar mengenal dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

4. Stimulasi dengan mainan yang ditumpuk-tumpuk

  • Beri benda-benda dengan aneka bentuk dan ukuran.
  • Rangsang si kecil untuk belajar menumpukkan benda-benda tersebut mulai yang berukuran besar sampai yang paling kecil.

Manfaat:
Melatih kemampuan motorik dan mengolah daya pikir serta kreativitasnya.

*********

Sumber : Tabloid Nakita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: