Paspor Untuk Shofiya


Sebelum membuat paspor, alangkah baiknya jika kita mengetahui apa saja  syarat-syaratnya, sehingga sudah bisa disiapkan dulu sebelumnya di rumah.

Mo berbagi pengalaman saat bikin paspor untuk Shofiya (4 bulan). Syarat pembuatan paspor sebenarnya tidak ribet, tapi juga tidak sesimpel yang dibayangkan karena adanya syarat “surat keterangan domisili anak dari kelurahan/ kecamatan”. Bisa dibayangkan kan harus cari surat pengantar dari RT/RW dulu baru ke kelurahan dengan menyerahkan berkas yang hampir sama dengan yang harus diserahkan ke kantor imigrasi nantinya plus foto anak 2 lembar ukuran 3×4. Dan terakhir masih harus mendapatkan stempel dari kecamatan.

Perlu diketahui paspor orang tua harus jadi terlebih dulu sebelum membuat paspor anak. Berikut syarat pembuatan paspor anak kurang dari 16 tahun :

  1. Paspor salah satu orang tua atau keduanya jika ada (Asli + Fotokopi)
  2. KTP kedua orang tua (Asli + Fotokopi)
  3. Kartu keluarga (Asli + Fotokopi)
  4. Akte kelahiran anak (Asli + fotokopi)
  5. Surat nikah orang tua (Asli + fotokopi)
  6. Pernyataan orang tua dengan dibubuhi materai 6000 (Surat ini udah disediakan di kantor imigrasitidak perlu membuat sendiri)
  7. Surat keterangan domisili dari kelurahan/ kecamatan.

“Foto Shofiya (hasil jepretan umminya) untuk kelengkapan membuat surat keterangan domisili”

Untuk bayi tidak perlu tanda tangan maupun sidik jari, namun tetep harus datang untuk foto. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat paspor tidak berbeda dengan orang dewasa yaitu 255.000 rupiah  (biaya sidik jari sebesar 15.000 rupiah sudah dihapuskan sejak 1 Januari 2011) ditambah 20.000 rupiah untuk map berisi formulir identitas pembuat paspor, sampul untuk paspor, surat pernyataan orang tua, sudah lengkap dengan materainya juga.

Di kantor imigrasi sebenarnya tertulis bahwa dalam 4 hari paspor sudah bisa diambil, dihitung dari hari pertama kita menyerahkan berkas-berkas persyaratan. Tetapi kenyataanya, bisa lebih cepat atau lebih lama tergantung pada saat wawancara, karena dari wawancara itulah bisa diketahui alasan pembuatan paspor, mendesak atau tidak. Pada saat mengurusi paspor untuk Shofiya, paspor baru bisa diambil 1 minggu setelahnya. Berhubung memang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat ini, ya saya sich nyantai-nyantai aja, lagipula kantor imigrasi tidak jauh dari rumah ^_^.

Untuk keperluan pesan tiket pesawat secara online, yang notabene butuh nomor paspor dan tanggal penerbitan paspor, tidak perlu menunggu sampai paspor jadi, karena di kuitansi pembayaran paspor sudah tertera data yang kita butuhkan tadi. Bahkan kalaupun ingin mengurus visa tinggal, bisa dengan melampirkan copy dari kuitansi tadi. Tapi yang perlu diingat, jangan sampai kuitansi tadi hilang, karena akan digunakan sebagai bukti pengambilan paspor yang sudah jadi.

So… ga perlu bikin paspor lewat calo, ribet dikit memang tapi jika dibandingkan harus bayar lebih mahal hingga 3 atau 4 kali lipat, mending urus sendiri, itung-itung juga berkontribusi menyehatkan sistem birokrasi di negeri kita *_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: