NIKMATNYA MAKAN…


Agar makan menjadi begitu nikmat, sebenarnya tidaklah sulit. Tidak perlu makan makanan yang mewah, yang beraneka ragam sehingga menggoda selera. Bagi saya, makan dengan “lauk lapar” (niy mengambil kata-kata suami) cukup membuat makanan sesederhana apapun bisa menjadi makanan yang luar biasa “enak dan nikmat betulll”. Alhamdulillah… (sudah saya buktikan kebenarannya). Anda belum percaya? Cobalah!

Berikutnya, yang bisa membuat makan menjadi lebih nikmat adalah makan sepiring berdua, apalagi kalau itu ma suami (cuit… cuit… ), tapi ga harus ma suami lho! Bisa dengan kakak, adik atau mungkin teman satu kos yang bersedia berbagi makanan dengan kita ^^.

Sedikit berbagi pengalaman. Sudah menjadi kebiasaan saya dan suami untuk makan sepiring berdua (sok romantis niy yee… ). Ssstt… rahasia, ini kalau lagi berdua aja di rumah (baca: di KL). Kemudian suatu hari karena suatu hal, suami tidak bisa makan malam di rumah, maka siangnya beliau membelikan saya makanan komplit berisi sayuran, ikan dan tahu goreng. Apa yang terjadi kemudian??? Saat saya mulai menyuapkan makanan ke dalam mulut, setelah tak lupa membaca basmallah tentunya. Ehmm… koq rasanya kurang sedep ya… bumbunya ga merasuk, padahal ini adalah menu yang sama yang tadi siang saya makan bersama suami. Koq rasanya berbeda? Beneran lho… Jadi inget pertanyaan suami tadi siang saat melihat saya lahap sekali makan, “Enak mana sama masakan ibu?” Saya senyum-senyum saja dan suami pun sepertinya memahami bahasa isyarat itu. Dalam hati, “Sama enaknya kayaknya, hehe.” Ehmm… sekarang baru terjawab, “Kalah jauh dengan masakan ibu di rumah.” Makanan yang rasanya ga terlalu enak aja bisa jadi “ma’ nyusss” alias enak saat makan bareng-bareng, apalagi kalau makanannya uenak ya, yo tambah “mua’ nyusss”.

Coba dech dipraktekkan makan saat lapar dan sepiring berdua atau bertiga atau… lebih juga lebih baik, berarti piringnya makin gedhe ya ^^.

Di antara etika makan yang diajarkan oleh Nabi adalah anjuran makan bersama-sama pada satu piring. Sesungguhnya hal ini merupakan sebab turunnya keberkahan pada makanan tersebut. Oleh karena itu, semakin banyak jumlah orang yang makan maka keberkahan juga akan semakin bertambah. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau menyatakan bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makan satu orang itu cukup untuk dua orang. Makanan dua orang itu cukup untuk empat orang. Makanan empat orang itu cukup untuk delapan orang.” (HR Muslim no 2059)

Dari Wahsyi bin Harb dari bapaknya dari kakeknya, “Sesungguhnya para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengadu, wahai Rasulullah sesungguhnya kami makan namun tidak merasa kenyang. Nabi bersabda, “Mungkin kalian makan sendiri-sendiri?” “Betul”, kata para sahabat. Nabi lantas bersabda, “Makanlah bersama-sama dan sebutlah nama Allah sebelumnya tentu makanan tersebut akan diberkahi.” (HR Abu Dawud no. 3764 dan dinilai shahih oleh al-Albani.)

**********

Sedangkan hadits yang sering kita dengar, “Makan saat lapar dan berhentilah sebelum kenyang”, ternyata tidak ada hadits yang bunyinya seperti itu. Mari kita simak pertanyaan dan jawaban berikut ini:

Pertanyaan:

Ustadz, hadits yang berbunyi, “Makanlah pada saat lapar dan berhentilah sebelum kenyang” apakah shahih? [+622817924XXX]

Jawaban:

Apabila yang antum maksud adalah hadits dengan lafazh berikut ini:

نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ

Kami adalah suatu kaum yang tidak akan makan sampai kami lapar, dan apabila kami makan maka kami berhenti sebelum kenyang. 

Maka sebenarnya ini bukanlah hadits Nabi -Shollallahu alaihi wa sallam-. Syaikh Abdul Aziz bin Baz -rahimahullah- berkomentar seputar perkataan tersebut: Perkataan ini diriwayatkan dari sebagian utusan, namun pada sanadnya ada kelemahan. Diriwayatkan bahwa mereka berkata, dari Nabi Shollallahu alaihi wa sallam: “Kami adalah suatu kaum yang tidak akan makan sampai kami lapar, dan apabila kami makan maka kami berhenti sebelum kenyang”, yang mereka maksudkan adalah bahwa mereka kaum yang hemat, dan makna ini adalah benar, akan tetapi pada sanadnya adalah kelamahan .

Sedangkan perkataan dengan lafazh yang antum sebutkan maka kami tidak mengetahuinya, wallâhu a’lam.

http://dzakhirah.co.cc/2009/02/makan-saat-lapar-berhenti-sebelum-kenyang/

**********

ADAB MAKAN MENURUT RASULULLAH

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

{ يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ }

Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Bukhari no. 5376 dan Muslim 2022)

Hadits di atas mengandung tiga adab makan:

  1. Membaca Basmallah
  2. Makan dan minum menggunakan tangan kanan dan tidak menggunakan tangan kiri
  3. Memakan makanan yang berada di dekat kita dan tidak memenuhi mulut dengan makanan yang banyak. Ibnu Abdil Bar dalam at-Tamhiid Jilid I halaman 277, mengatakan, “Jika dalam satu jamuan ada dua jenis atau beberapa macam lauk, atau jenis makanan yang lain, maka diperbolehkan untuk mengambil makanan yang tidak berada di dekat kita. Apabila hal tersebut dimaksudkan untuk memilih makanan yang dikehendaki. Sedangkan maksud Nabi, “Makanlah makanan yang ada di dekatmu” adalah karena makanan pada saat itu hanya satu jenis saja. Demikian penjelasan para ulama
  4. Anjuran makan dari pinggir piring
  5. Cuci tangan sebelum makan dan sesudah makan
  6. Tidak duduk sambil bersandar. Ibnu Hajar mengatakan, “Jika sudah disadari bahwasanya makan sambil bersandar itu dimakruhkan atau kurang utama, maka posisi duduk yang dianjurkan ketika makan adalah dengan menekuk kedua lutut dan menduduki bagian dalam telapak kaki atau dengan menegakkan kaki kanan dan menduduki kaki kiri.” (Fathul Baari, 9/452)
  7. Tidak tengkurap
  8. Segera makan ketika makanan sudah siap
  9. Makan dengan tiga jari
  10. Tidak menyisakan makanan di piring, bahkan kita dianjurkan untuk membersihkan tangan dan jari-jari kita dengan mulut ketika selesai makan (menjilati jari dan sisa makanan)
  11. Mengambil makanan yang jatuh. Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika makanan salah satu kalian jatuh maka hendaklah diambil dan disingkirkan kotoran yang melekat padanya, kemudian hendaknya di makan dan jangan dibiarkan untuk setan” Dalam riwayat yang lain dinyatakan, “Sesungguhnya setan bersama kalian dalam segala keadaan, sampai-sampai setan bersama kalian pada saat makan. Oleh karena itu jika makanan kalian jatuh ke lantai maka kotorannya hendaknya dibersihkan kemudian di makan dan jangan dibiarkan untuk setan. Jika sudah selesai makan maka hendaknya jari jemari dijilati karena tidak diketahui di bagian manakah makanan tersebut terdapat berkah.” (HR Muslim no. 2033 dan Ahmad 14218)
  12. Tidak mencela makanan
  13. Tidak mengeluarkan suara keras ketika mengunyah makanan, karena hal itu menganggu orang lain
  14. Menyantap sesudah makanan dingin
  15. Makan dan minum sambil duduk adalah yang lebih utama
  16. Tidak makan dan minum dengan menggunakan bejana terbuat dari emas dan perak
  17. Anjuran makan bersama pada satu piring
  18. Makruhnya makan dalam porsi terlalu banyak atau sedikit, bersikap sederhana dan tidak berlebih-lebihan ketika makan
  19. Jangan mengawasi dan melihat-lihat orang yang sedang makan, karena hal itu akan mengganggu perasaan mereka dan mengurangi selera makan
  20. Larangan menghadiri jamuan yang menyediakan khamr
  21. Anjuran makan berjamaah
  22. Ketika makan berjamaah dalam satu tempat makan, maka jangan mengembalikan apa yang tersisa di tangan ke tempat makan, akan tetapi ambillah suapan yang sedikit hingga tidak bersisa

Sumber:

Untuk lebih lengkapnya bisa dibaca di www.muslim.or.id dalam “Adab-adab Makan Seorang Muslim (bag. 1-7)”, penulis: Ust. Aris Munandar dan www.thibbun-nabawiyah.com dalam “Cara Makan Rasulullah”, penulis: Abu Ziyad 

**********

-KL, 12 Januari 2010-

2 Responses

  1. waduh um, jadi pengen makan sama suami…heheh…

    • Wadduh… yg di atas itu just in case aja, my experience with my husband. Tapi kalo dah pengen mkn ma suami, ya monggo segera menikah, ditunggu kbr selanjutnya ~_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: