LENDIR SERVIKS: Sarana Prediksi Ovulasi & Pelindung Sperma


Teringat tulisan di kafetaria kampus saya dulu:

Tidak membaca, tidak lupa.”

Sedikit membaca, sedikit lupa.”

Banyak membaca, banyak lupa”

It’s just an intermezo maybe, sekedar memberi nuansa yang berbeda di dalam kafe ^_^. Tapi sesungguhnya dengan banyak membaca, maka kita akan banyak tahu, setidaknya menambah wawasan kita. Dengan membaca juga, maka kita akan mendapatkan informasi dan ilmu baru. Seperti halnya dengan ilmu kedokteran, terus mengalami perkembangan, diikuti dengan banyaknya penelitian-penelitian, penemuan dan teori-teori baru, maka jangan sampai kita tertinggal beritanya (begitu juga ilmu-ilmu lainnya). Pengetahuan kita yang lama bisa bertambah menjadi pengetahuan baru yang lebih luas, lebih lengkap, atau bahkan mengetahui adanya perubahan, tentunya dengan membaca. Seperti judulnya “just to share everything”, maka saya pun ingin berbagi pengetahuan juga, yang saya dapatkan baru-baru ini setelah membaca.

Pengetahuan lama:

Dulu, saat saya stase di bagian Obsgin (kandungan), yang saya tahu bahwa masa subur wanita adalah 3 hari sebelum ovulasi dan 3 hari sesudah ovulasi, dan itu memang yang diajarkan. Mungkin itu digunakan untuk kontrasepsi sistem kalender, sehingga menghindari berjima’ (hubungan seksual) pada masa-masa itu.

Pengetahuan baru:

Tapi ternyata, bagi yang menginginkan sebuah kehamilan, maka waktu yang paling tepat adalah berjima’ menjelang ovulasi daripada setelah ovulasi, mengingat memang kemampuan ovum bertahan hidup hanyalah 12 – 24 jam saja sedangkan sperma 72 jam.

Pengetahuan lama:

Sperma yang berada di saluran reproduksi wanita dapat bertahan selama 72 jam atau bahkan lebih, kapanpun diejakulasikan ke saluran reproduksi wanita.

Pengetahuan baru:

Itu benar, tapi tidak setiap waktu diejakulasikan ke saluran reproduksi wanita, maka setiap sperma akan bertahan selama itu. Sperma bertahan hidup jika ditunjang dengan lingkungan saluran reproduksi wanita yang baik buat kehidupan sperma, jadi tidak setiap sperma yang masuk ke saluran reproduksi wanita akan bertahan lama. Kondisi yang baik buat sperma adalah yang tidak terlalu asam, karena bisa mati niy sperma dalam suasana asam. Trus kapan saluran reproduksi wanita, khususnya vagina, sebagai pintu gebang utama saluran reproduksi wanita, bersuasana tidak terlalu asam? Jawabnya pada saat menjelang ovulasi. Kenapa? Karena tidak lain adalah peranan lendir serviks (penasaran??? nanti akan coba dibahas dech ^_^). Juga, dengan mengetahui karakteristik lendir serviks ini, maka kita dapat memperkirakan kapan ovulasi akan terjadi.

Pengetahuan lama:

Bagi wanita yang ingin segera hamil, maka disarankan untuk tidak segera bangun dari tempat tidur selama kurang lebih 30 menit dan disarankan pula untuk mengganjal panggulnya dengan bantal yang tidak terlalu besar serta mengangkat kakinya selama 15 menit. Tujuannya agar sperma lebih mudah bergerak menuju ke uterus (rahim) dan menemui sel telur, dan tidak harus melawan gaya gravitasi. Bandingkan jika setelah berjima’ kemudian duduk atau langsung berdiri, mani akan banyak keluar dan berarti sperma juga banyak keluar dong…

Pengetahuan baru:

Alasan tadi benar, tapi ada tambahannya, yaitu dengan mengganjal panggul menggunakan bantal, maka serviks akan lebih lentur dan lebih mudah dicapai oleh sperma. Dan disarankan panggul diganjal tidak hanya setelah berjima’, tapi bisa juga selama berjima’ (jika suami tidak keberatan dan kita pun merasa nyaman tentunya)

Pengetahuan lama:

Fungsi lendir serviks hanya sebagai “pelumas” (lubrikasi) saat berjima’.

Pengetahuan baru:

Lendir serviks juga dapat digunakan untuk memprediksi waktu terjadinya ovulasi (ini dah tau setelah menikah sebenarnya), juga berperan dalam beberapa hal, antara lain:

  1. Membantu sperma agar lebih mudah dan lebih bebas melewati serviks naik menuju uterus (rahim) guna mencapai sel telur.
  2. Memberikan suasana/ lingkungan yang baik bagi sperma untuk dapat bertahan hidup dan juga memberikan nutrisi bagi sperma.
  3.  Sebagai reservoir atau tempat bagi sperma hidup di dalam saluran reproduksi wanita, karena sifatnya yang memproteksi sperma dari keadaan asam tadi, terutama dari keasaman daerah vagina.

Mengingat pentingnya lendir serviks (seperti disebutkan di atas), maka disarankan bagi wanita yang ingin segera hamil untuk melakukan jima’ pada saat-saat lendir serviks banyak/ berlimpah, yaitu saat menjelang ovulasi.

Pengetahuan lama:

Tidak ada perbedaan kualitas dan kuantitas sperma kapanpun diejakulasikan.

Pengetahuan baru:

Pada saat pagi hari, maka kuantitas sperma adalah yang paling banyak dibanding waktu-waktu lainnya.

**********

Sedikit mengenai lendir serviks dalam kaitannya dengan masa subur
Perubahan lendir serviks dapat dimonitor untuk memprediksi terjadinya ovulasi. Dalam perkembangan siklus haid kita, akan terjadi perubahan volume dan konsistensi lendir serviks. Konsistensi lendir serviks berubah selama siklus mengikuti fluktuasi hormon. Anda akan sangat subur pada saat lendir serviks menjadi bening, licin dan lentur. Beberapa wanita membandingkannya dengan putih telur yang masih mentah.

Sebelum mengumpulkan beberapa contoh lendir tadi, pastikan bahwa Anda telah mencuci bersih tangan Anda untuk mencegah terjadinya infeksi.

Anda dapat memeriksanya sendiri dengan mengumpulkan lendir tadi, biasanya saat setelah buang air kecil (BAK) atau setelah buang air besar (BAB) bisa dengan mudah kita temukan lendir serviks tadi. Nah pada saat itu, coba rentangkan dengan menggunakan dua jari untuk menentukan konsistensinya.

Sebelum ovulasi. Beberapa hari setelah ovulasi, maka akan sedikit lendir serviks yang diproduksi atau bahkan tidak ada, maka sekitar vulva akan terasa kering. Selama waktu ini, maka kesempatan untuk hamil paling kecil.

Mendekati ovulasi. Lendir yang pertama kali tampak lembab atau licin dan biasanya berwarna putih atau kream. Pada tes dengan jari, lendir akan mudah pecah. Selanjutnya, lendir akan semakin banyak jumlahnya. Kesempatan hamil pada saat ini lebih besar jika Anda berjima’.

Sesaat menjelang ovulasi dan selama ovulasi. Pada fase ini, lendir akan tampak seperti putih telur (“a raw egg white consistency”), tampak sangat bening, tipis dan sangat banyak/ berlimpah. Tes dengan jari akan memperlihatklan lendir sangat lentur hingga dapat direntangkan beberapa sentimeter sebelum pecah/ terputus. Jumlah lendir akan terus meningkat hingga kita mengalami “puncak lendir”. Ini sangat dekat dengan ovulasi dan merupakan kesempatan terbesar untuk terjadinya konsepsi. Pada saat inilah, tingkat kemampuan sperma bertahan hidup di saluran reproduksi wanita lebih tinggi, hingga mencapai 72 jam, sangat jelas berbeda dengan waktu-waktu lainnya dalam satu siklus.

Setelah ovulasi. Tampak jelas terjadi perubahan pada lendir serviks. Lendir kembali menjadi licin dan tidak lagi dapat diregangkan dan kemudian akan terasa kering lagi di sekitar vulva. Kesempatan untuk hamil menurun kembali.

**********

Untuk lebih jelasnya dan bisa mendapatkan info sebanyak-banyaknya mengenai ovulasi, lendir serviks dan sperma dalam hubungannya dengan kehamilan, maka bisa dibaca di:

http://www.babyhopes.com/articles/cervical-mucus.html

http://infertility.about.com/od/tryingtoconceive101/a/cervicalmucus.htm

– KL, 1 Januari 2010 –

3 Responses

  1. assalamu’alaykum.. mbak saya datang lagi post nikah..infonya penting banget nih.. jzklh khoir🙂

    • Wa’alaykumussalam wa rohmatulloh… wah udah nikah tho, bru tahu niy, hehe…. baarakallahu laka wa baaraka ‘alayka wa jama’a bayna kumaa fii khoir, selamat ya ^^. Alhamdulillah semoga bermanfaat, wa anti jazakillah khoir

  2. saya baru menikah. .
    bulan lalu saya haid tgl 29. .lalu tgl
    3 tepatnya hari kelima haid saya
    melakukan hbungan seks dgn
    suami saya bbrpa kali. . pdhl
    darah masih ada. . lalu suami saya
    orgasme tapi dikeluarkan diluar. .
    tp stelah itu brhubungan lg. .tgl 13
    kmrn saya mngalami perut
    kembung disertai sdikit mual. .
    apa itu tanda ovulasi atau
    khamilan? saya blum siap hamil
    krna msh kuliah dn bnyk aktftas. .
    jwb yaaa. mksh bgt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: