BROKOLI: The Crown Jewel of Nutrition


Brokoli, sayuran yang sangat digandrungi mantan Presiden AS Bill Clinton dan dibenci penggantinya, George Bush, ternyata punya khasiat luar biasa buat kesehatan. Dan tahukah Anda, ketika Bush menyatakan ketidaksukaannya pada brokoli, langsung saja para petani mengirimkan berton-ton brokoli ke Gedung Putih sebagai tanda protes (mau dong dikirim ke rumah saya juga, gratis ya… :).

Brokoli, sayuran brassica yang berasal dari Italia ini kian popular di Indonesia terutama di kota-kota besar. Brokoli bisa ditumis, dijadikan salad, disup, bahkan dijadikan jus. Beberapa ahli menyebutnya sebagai superfood atau “makanan multi manfaat”. Predikat ini sepertinya memang tidak perlu diragukan lagi. Begitu banyak riset yang menunjukkan betapa makanan alami ini kaya akan zat-zat yang berfaedah bagi kesehatan.

Lantaran mengandung banyak vitamin dan mineral, brokoli dijuluki The Crown Jewel of Nutrition. Brokoli mengandung vitamin A, kalium, asam folat, zat besi dan serat. Setiap 25 gram brokoli mengandung kalsium setara dengan susu. Brokoli adalah biangnya sayuran. Selain kaya serat makanan, kandungan vitamin dan mineralnya melebihi makanan lain. Satu cangkir brokoli kukus yang mengandung 184 kalori menyediakan 150 persen dari kebutuhan harian vitamin A, 7 persen kalsium, 13 persen zat besi, 8 persen tiamin, dan 5 persen niasin. Dalam takaran yang sama, brokoli kukus mengandung 90 persen vitamin C yang terdapat dalam jeruk segar dan mengandung kalsium yang nilainya hampir separuh yang ditawarkan segelas susu.

Mengapa brokoli begitu istimewa? Kuncinya adalah  sulforaphane, yaitu sejenis zat yang terkandung dalam brokoli yang memiliki banyak fungsi dalam tubuh. Karena adanya zat inilah maka brokoli dapat digunakan dalam terapi pengobatan dan pencegahan terhadap suatu penyakit, antara lain :

 

  1. PPOK (penyakit Paru Obstruktif Kronik) seperti bronkhitis kronik dan emfisema. PPOK adalah gangguan alat pernafasan kronis yang gejalanya termasuk sesak nafas, batuk, bengek, dan mengandung banyak dahak. Hal ini mengganggu fungsi paru-paru dan membatasi saluran pernafasan serta dapat mengakibatkan  komplikasi pernafasan dan jantung. Jika didiamkan tanpa diperiksa, penyakit ini akan lebih buruk  dengan bertambahnya usia. Penderita  PPOK biasanya kesulitan dalam melakukan  aktivitas sehari-hari. Sulforapane ini terbukti mampu memberikan perlindungan bagi sel dari ancaman kerusakan yang disebabkan  toksin atau racun dan polutan, yang dapat memicu terjadinya penyakit paru-paru serius. Sehingga brokoli ini dapat digunakan sebagai terapi pengobatan dan pencegahan terhadap PPOK dan penyakit paru lainnya terutama disebabkan oleh polutan, asap rokok maupun racun yang terhirup oleh pernapasan kita.
  2. Diabetes melitus atau kencing manis. Sulforaphane ini, memiliki peran besar dalam memperbaiki dan mengembalikan fungsi pembuluh darah yang rusak akibat diabetes. Sulforaphane mampu merangsang produksi enzim-enzim  yang dapat melindungi pembuluh darah dan menurunkan molekul-molekul yang menyebabkan kerusakan sel-sel secara signifikan. Seperti dimuat di Jurnal Diabetes, sayuran-sayuran jenis brassica seperti brokoli sebelumnya memang berkaitan dengan rendahnya risiko serangan jantung dan stroke. Orang yang mengidap diabetes tercatat memiliki risiko lebih besar hingga lima kali lipat mengidap penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke, yang keduanya juga berkaitan dengan kerusakan sel-sel pembuluh darah. Sulforaphane mengaktivasi sejenis protein dalam tubuh yang dapat melindungi sel-sel dan jaringan dari kerusakan dengan cara mengaktivasi antioksidan dan enzim-enzim detoksifikasi.
  3. Kanker prostat. Kanker prostat kini tercatat sebagai penyakit pembunuh kedua tertinggi pada pria setelah kanker paru-paru.  Setiap tahun, sekitar 680.000 pria di seluruh dunia didiagnosis menderita penyakit ini dan sekitar 220.000 di antaranya meninggal. Mengkonsumsi sayuran hijau seperti brokoli bukan saja memberi nutrisi dan vitamin penting bagi tubuh Anda. Kebiasaan memakan beberapa porsi brokoli  setiap minggu ternyata dapat melindungi pria dari kanker prostat. Brokoli berpotensi besar menjadi makanan pencegah kanker karena kandungan alaminya memiliki mekanisme unik melawan kanker.  Senyawa dalam brokoli dapat memicu perubahan genetik dalam tubuh hingga mencapai ratusan. Selain itu, zat-zat dalam brokoli juga mengaktifkan gen-gen yang mampu melawan kanker serta menonaktikan gen-gen yang menyuplai perkembangan tumor. Sebelumnya memang banyak sekali bukti penelitian yang mendukung pentingnya diet buah dan sayuran untuk menekan risiko kanker.  Ketika orang mengidap kanker, sejumlah gen dinonaktifkan dan beberapa lain diaktifkan. Apa yang dilakukan oleh sulforaphane tampaknya  mengaktifkan gen-gen yang mencegah pertumbuhan kanker dan mematikan gel lainnya yang membuat tumor menyebar. Manfaat yang sama juga kemungkinan akan didapat dari sayuran dari jenis Cruciferae atau Brassicaceae yang mengandung senyawa isothiocyanate, seperti kubis kailan, kembang kol, kubis, arugula, selada air, dan horse radish (sejenis lobak).
  4. Kanker esophagus dan saluran empedu. Brokoli dan buah beri hitam serta beberapa sayuran segar dapat mengurangi risiko kanker esophagus dan saluran empedu. Senyawa penting dalam sayuran ini juga  kemungkinan besar akan memberi faedah yang sama bagi bagian organ lainnya dan bahkan dapat melindungi dari berbagai jenis  kanker. “Anda tidak perlu mengubah diet,  hanya butuh lebih banyak porsi sayuran untuk membuat perubahan besar. mengkonsumsi lebih banyak sayuran setiap minggu dapat memberikan perubahan besar bagi kesehatan.” Makanan yang mengandung bahan-bahan pelindung seperti antioksidan, vitamin, mineral dan fitokimia lain mungkin akan merestorasi keseimbangan oksidatif. 
  5. Kanker kandung kemih. Brokoli dan beberapa sayuran segar dapat digunakan untuk melawan kanker kandung kemih. Masaklah sayur secepat mungkin atau kalau mungkin konsumsilah sayuran segar setiap hari sekurangnya lima porsi, lima jenis warna. Makanan-makanan ini banyak mengandung antioksidan dan fitokimia. Kanker pasti enggan mampir di tubuh Anda, insya Allah…
  6. Ulkus/ tukak lambung dan kanker lambung. Sulforaphane membunuh kuman pengganggu kerja lambung bernama Helicobacter pylori. Kuman ini penyebab utama kasus tukak dan kanker lambung. Sulforaphane dalam brokoli juga diketahui mampu meningkatkan produksi enzim di hati. Enzim ini berperan menggandeng bahan-bahan karsinogen yang dihasilkan dari senyawa prokarsinogen dan mengeluarkannya dari sel. Perlu diketahui, kandungan sulforaphane dalam kecambah brokoli segar lebih tinggi daripada brokoli yang sudah direbus terlalu matang. 
  7. Alzheimer, salah satu penyakit degeneratif yang ditandai dengan adanya kemunduran daya ingat dan daya pikir, disebabkan adanya kematian sel-sel yang berlangsung secara cepat. Secara pasti memang belum bisa dikemukakan penyebabnya. Brokoli bersifat anti acetylcholinesterase yang baik bagi penderita Alzheimer. Brokoli mempunyai sifat tersebut yang paling kuat dibandingkan sayuran lainnya.
  8. Maagh. Beragam penelitian tentang brokoli mengungkapkan bahwa kandungan antioksidan dalam brokoli sangat besar sehingga mampu menekan risiko kanker. Namun, penelitian terbaru dan lebih spesifik mampu memberikan gambaran kemampuan brokoli dalam menekan risiko beragam gangguan pencernaan seperti maagh. Mengkonsumsi 70 gram brokoli segar setiap hari selama dua bulan dapat melindungi tubuh manusia dari bakteri perut yang terkait penyakit maag, infeksi lambung, bahkan kanker lambung. Kandungan sulforaphane yang ada dalam brokoli dapat memicu enzim dalam perut sehingga memberikan perlindungan terhadap senyawa radikal yang dapat merusak DNA dan menyebabkan peradangan.
  9. Anemia defisiensi asam folat, defisiensi besi. Brokoli mengandung asam folat yang berguna dalam sintesis DNA yang penting untuk metabolisme inti sel darah merah. Juga mengandung zat besi yang penting dalam sintesis (pembentukan) hemoglobin. Sehingga dapat digunakan pada terapi dan pencegahan timbulnya anemia ini.

Subhanallah ya…

Begitu istimewanya sayuran bernama “brokoli” ini. Jangan ‘lenyapkan’ keberadaan brokoli dari menu harian yang terhidang di meja makan Anda!

Tips: Pilihlah brokoli yang berwarna hijau gelap. Selain dimakan langsung sebagai lalapan, brokoli juga bisa dicampur sayuran dan buah lain untuk salad. Atau pilihan lainnya, Anda bisa mengonsumsi brokoli dalam bentuk jus. Cuci dengan bersih. Dan sayuran organik tentunya lebih sehat karena bebas pestisida, tapi lebih mahal…

Sumber: http://kesehatan.kompas.com dengan beberapa editan dan sumber tambahan lain

– Kuala Lumpur, 20 November 2009 –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: