SUDAH TEPATKAH PERTAMBAHAN BERAT BADAN ANDA SAAT HAMIL?


Saat hamil, kita perlu memperhatikan pertambahan berat badan kita, apakah terlalu berlebihan atau bahkan kurang, karena hal ini penting bagi kesehatan ibu hamil dan juga janinnya.

Terbukti bahwa berat badan seorang wanita juga berpengaruh jelas pada kesempatannya untuk bisa hamil.  Wanita yang kurus (underweight) atau kelebihan berat badan (overweight)  memiliki kesempatan lebih kecil untuk hamil. Sehingga dari sini bisa diketahui juga bahwa tingkat kesuburan seorang wanita juga dipengaruhi oleh berat badannya.

Wanita yang kurus, cenderung untuk melahirkan bayi dengan berat badan rendah yaitu kurang dari 2500 gram dan  juga kelahiran prematur yaitu kehamilan kurang dari 37 minggu. Bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) akan memiliki tingkat kematian yang lebih besar dibanding dengan bayi dengan berat badan lahir normal. Bayi BBLR juga memiliki kemungkinan lebih besar mengalami gangguan tumbuh kembang dan lebih rentan menderita penyakit.

Wanita yang kelebihan berat badan memilik faktor risiko komplikasi seperti diabetes melitus (kencing manis), hipertensi, perdarahan, gangguan atau kesulitan saat melahirkan, varises, kelelahan ekstrim dan berisiko tinggi janinnya mengalami NTD (neural tube defect).

BERAT BADAN DAN KEHAMILAN

Saat merencanakan kehamilan merupakan waktu yang tepat memastikan apakah kita terlalu gemuk (obese) atau terlalu kurus. Wanita dengan berat badan normal memiliki kesempatan konsepsi lebih baik dan melahirkan bayi yang sehat. Kehilangan berat badan saat hamil dapat berbahaya bagi kondisi janin, oleh karena itu pastikan bahwa dengan makan makanan yang tepat, bergizi seimbang dan dengan olahraga yang tepat, kita bisa memiliki berat badan yang ideal saat pre pregnancy.

BERTAMBAHNYA BERAT BADAN SAAT HAMIL, SIAP-SIAP MELAR DECH!

Beberapa wanita sering mengkhawatirkan pertambahan berat badan yang terjadi pada dirinya selama hamil. Untuk mengetahui apakah berat badan kita normal, kurus atau berlebih dan bahkan obese, bisa diketahui dengan menghitung BMI (Body Mass Index) atau indeks massa tubuh. Bagaimana cara menghitung BMI?

                                                      Berat Badan (kg)   

                                   BMI  =  ———————————–                                              

                                                   (Tinggi Badan)2 (m2)

Keterangan : 

Kategori WHO Asia Tenggara

Underweight

< 18,5 < 18,5

Normal

18,5 – 24,9

18,5 – 22,9

Over weight

25 – 29,9 23 – 27,5

Obesitas

> 30 > 27,5

 Contoh:

Jika berat badan saya 50 kg dan tinggi badan saya 160 cm. Maka BMI saya adalah 50/(1,6)2= 50/ 2,56 = 19,53. BMI saya termasuk dalam kategori normal.

Pada wanita dengan BMI normal, maka membutuhkan penambahaan berat badan sebesar 12,5 kg hingga 17,5 kg selama hamil. Rata-rata wanita mendapatkan penambahan berat badan sekitar 2 – 3 kg selama trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan) dan kemudian sekitar 0,5 kg setiap minggunya. Jika wanita mendapatkan penambahan berat badan lebih dari 2,5 kg setiap minggu, maka ia harus berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin, karena bisa saja itu merupakan tanda awal terjadinya pre-eklamsia. Gejala dan tanda pre-eklamsi antara lain hipertensi, proteinuri dan oedema (bengkak) terutama di ekstremitas. Sama halnya dengan itu, jika tidak terdapat penambahan berat badan lebih dari 2 minggu atau selama trimester kedua dan ketiga, maka hal ini perlu dimonitor lebih lanjut untuk mengetahui apa yang terjadi pada kehamilan tersebut.

Wanita dengan BMI rendah (underweight), harus mendapatkan penambahan berat badan sebanyak 14 kg – 20 kg selama hamil. Jika wanita dengan kelebihan berat badan (overweight), dia bisa mendapatkan penambahan berat badan hingga 7,5 kg – 12, 5 kg. Dan jika anda obese, maka anda cukup menambah berat badan sebesar 7,5 kg saja selama kehamilan.

Pada kasus anak kembar, maka dengan BMI normal harus mendapatkan penambahaan berat badan sebanyak 17,5 – 22,5 kg.

Penambahan berat badan selama hamil adalah sebuah proses alamiah dan sehat, yang tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena ini juga demi kepentingan dan perkembangan si buah hati di dalam kandungan. Dengan tetap mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan olahraga yang tepat secara teratur serta menyusui bayi kita, akan lebih mudah mengembalikan berat badan ke berat semula (normal) setelah melahirkan. Badan melar??? Siapa Takut ?!!

MAKANAN UNTUK MENGONTROL PENAMBAHAN BERAT BADAN

Penting sekali untuk makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang, karena dapat menjaga penambahan berat badan kita selama hamil. Karena sering kali kita lihat seorang ibu hamil entah karena alasan “bawaan bayi” seringkali makan begitu banyak makanan disertai ngemil yang ga sehat.

Sayang sekali kalau kemudian nafsu makan yang bertambah ini jika tidak dibarengi dengan konsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Malah justru lari ke produk2 cepat saji (junk food).

Perbanyak makan sayur-sayuran, buah-buahan segar, makanan kaya zat besi, asam folat, kalsium, vitamin B, protein, dll. Dokter akan merekomendasikan suplemen asam folat dan multi vitamin untuk memastikan kesehatan dan perkembangan janin. Sekali lagi jangan makan junk food hanya untuk memenuhi keinginan anda dan memuaskan lidah kita, akan tetapi berpikirlah bijak, mencari makanan yang tidak hanya memuaskan kita tetapi juga harus bergizi. Hindari makanan mentah atau  setengah matang seperti daging, telur, ikan, dll.

Pertambahan berat badan berbeda pada setiap wanita hamil, jadi jangan sampai terlalu khawatir jika berbeda dengan wanita hamil lainnya. Kecuali, jika penambahan berat badan tadi terlalu banyak dalam waktu yang terlalu cepat atau justru terlalu sedikit dalam waktu yang lama. Maka, teraturlah untuk memeriksakan kehamilan agar bisa dimonitor sejak awal jika terdapat kelainan dan bahkan mencegah timbulnya hal-hal yang tidak diinginkan bagi bayi dan diri kita juga. WHO merekomendasikan ANC (ante natal care) yaitu pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali yaitu 1 kali pada trimester pertama dan kedua, dua kali untuk trimester ketiga.

Sumber: http://www.pregnancy-period.com/pregnancy_weight_planning.html dan sumber tambahan lainnya.

– Kuala Lumpur, 18 November 2009 –

2 Responses

  1. Assalamu’alaykum..salam kenal dr.Desie! Sy ibu dr 2 anak lk2. Mau tnya nih, secara teoritis bagaimana mengusahakan jenis kelamin anak sesuai keinginan qta? Tlng buat tulisan ttg itu dong..dl sy pernah bc d sbh tabloid p’kemb.anak,tp udah lupa. Jazakillah..

    • Wa’alaykumussalam wa rohmatulloh, salam kenal juga Ukhty Yanthi.
      Wa iyyaki Ukhty, saran yang bagus. Akan dipertimbangkan dan akan diusahakan untuk dibuat tulisannya, insya Allah.

      Sedikit ingin memberikan gambaran. Banyak faktor yang diyakini dapat mempengaruhi penentuan jenis kelamin bayi seperti suasana asam ataukah basa pada vagina, waktu senggama sebelum ataukah sesudah ovulasi, posisi senggama, penetrasi, jenis makanan, dll.
      Semua faktor tersebut tujuannya sebenarnya satu yaitu apakah sperma Y ataukah sperma X yang ingin dipertahankan di dalam organ reproduksi wanita.
      Dengan mempelajari karakteristik masing-masing jenis sperma tadi, maka bisa diusahakan cara-cara untuk mendapatkan anak laki-laki (butuh sperma Y) ataukah anak perempuan (butuh sperma X). Yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa semua metode hanya dapat meningkatkan persentase keberhasilan. Tidak ada yang bisa menjamin 100 % bahwa nanti yang keluar pasti bayi laki-laki atau bayi perempuan.

      Yang sedikit ini semoga bermanfaat. Terima kasih, wa jazakillah khoir atas kunjungannya Ukhty…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: