MENENTUKAN MASA SUBUR, SULITKAH?


Masa subur adalah rentang waktu pada siklus menstruasi wanita, diperkirakan pada saat itu terjadi ovulasi, sehingga kesempatan untuk hamil paling besar jika terjadi hubungan seksual. Setiap bulan selama siklus menstruasi, wanita akan mengalami sekali masa ovulasi yaitu masa dilepaskannya ovum (sel telur) dari ovarium (indung telur). Sel telur ini akan bergerak menuju ke tuba falopi, dan jika pada saat itu seorang wanita melakukan hubungan seksual dengan suaminya sebelum ovulasi atau bahkan setelah ovulasi, maka proses pembuahan akan terjadi yaitu bertemunya ovum dengan sperma membentuk zigot, sebagai cikal bakal janin. Maka dimulailah apa yang dinamakan sebagai kehamilan. Masa subur inilah yang kemudian dijadikan patokan untuk merencanakan kehamilan atau bahkan menunda kehamilan dengan sistem yang dikenal sebagai metode kontrasepsi dengan sistem kalender.

Langkah Praktis Menentukan Masa Subur

Untuk menentukan masa subur wanita, penting mempelajari dan menganalisis siklus menstruasi. Siklus  menstruasi pada tiap wanita bervariasi, normalnya dari 21 hari hingga 35 hari.

Cara menghitung siklus menstruasi adalah dengan menentukan hari pertama siklus adalah hari pertama menstruasi. Satu siklus menstruasi berakhir pada saat menstruasi berikutnya.  Jadi siklus menstruasi adalah jumlah hari dari hari pertama menstruasi sampai hari sebelum menstruasi bulan berikutnya.

Siklus menstruasi dibagi menjadi 2 bagian yaitu sebelum ovulasi dan sesudah ovulasi. Dari kedua bagian tersebut yang bisa ditentukan waktunya dan pada tiap siklus wanita selalu sama adalah periode sesudah ovulasi, yaitu selama 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Sehingga kita bisa menentukan ovulasi terjadi pada 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Perhitungan ini tentunya mudah bagi wanita dengan siklus menstruasi teratur, sehingga bisa diperkirakan kapan menstruasi berikutnya.

Jadi, langkah-langkah praktis untuk menentukan masa subur adalah:

  1. Menentukan siklus menstruasi kita teratur atau tidak. Caranya dengan mencatat atau menandai di kalender hari pertama menstruasi pada bulan ini dan hari pertama menstruasi pada bulan-bulan berikutnya. Dalam waktu 3 kali siklus menstruasi, kita akan bisa menemukan pola siklus menstruasi kita, apakah 28 hari atau 30 hari, dll. Menentukan siklus menstruasi ini hanya untuk memperkirakan kapan menstruasi berikutnya akan terjadi.
  2. Jika siklus menstruasi kita teratur, maka tandai tanggal pekiraan menstruasi berikutnya berdasarkan siklus menstruasi yang sudah diketahui tadi. Jika siklus kita 30 hari, maka 30 hari setelah hari pertama menstruasi bulan ini akan terjadi menstruasi pada bulan berikutnya.
  3. Dari tanggal yang sudah ditandai di no. 2 tadi, kemudian kita kurangi 14 hari, yang menunjukkan saat itulah terjadi ovulasi. Kemudian tandai tanggal terjadinya ovulasi.
  4. Masa subur adalah 3 hari sebelum ovulasi dan 3 hari sesudah ovulasi. Sehingga bagi pasangan suami istri yang ingin merencanakan mendapatkan anak, maka disarankan melakukan hubungan seksual pada masa-masa ini. Dan bagi yang hendak menunda kehamilan, maka disarankan untuk menghindari hubungan seksual pada masa-masa ini.

Ovum dapat bertahan hidup di saluran tuba falopi selama 12 sampai 24 jam dan jika selanjutnya tidak mengalami pembuahan, maka akan meluruh nantinya bersama dengan darah haid. Sedangkan sperma bisa bertahan hingga 72 jam di dalam tubuh wanita.

Contoh menentukan masa subur:

Calendar 2009                           

Misal seorang wanita umur 25 tahun, setelah menandai pada kalendernya hari pertama menstruasi tiap bulannya (30 Agustus 2009, 29 September 2009, 29 Oktober 2009), maka diketahui bahwa siklus menstruasinya 30 hari. Perkiraan menstruasi bulan November adalah tanggal 28 November 2009. Kapankah masa subur wanita tersebut?

Ovulasi terjadi 14 hari sebelum tanggal 28 November 2009 yaitu pada tanggal 14 November 2009. Maka masa subur wanita ini adalah tanggal 11 November 2009 – 17 November 2009.

Bagi wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, semoga tips berikut ini bisa membantu. Kenali masa subur dengan:

  1. Mengukur suhu basal tubuh dengan menggunakan termometer, dilakukan pagi hari setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas apapun, selama 5 menit. Pengukuran dilakukan rutin setiap hari. Pada saat ovulasi akan terjadi peningkatan suhu basal sekitar 0,5 sampai 1,6 derajat celsius. Dua hari menjelang ovulasi akan mulai terjadi peningkatan suhu disebabkan peningkatan LH (Leutenezing Hormon).
  2. Menjelang ovulasi dan pada saat ovulasi akan ada lendir serviks yang jernih dan lentur seperti putih telur, berbeda dengan hari-hari lainnya yang berwarna putih dan tebal.
  3. Jika anda melakukan pemeriksaan serviks, maka pada saat masa subur, mulut serviks (leher rahim) akan terbuka.
  4. Cara-cara di atas juga dapat dibantu dengan menggunakan alat untuk mengukur masa subur seperti ovutest, baby test, dll. Alat ini mendeteksi masa subur dengan mengukur kadar LH dalam urine (air kencing).
  5. Beberapa wanita ada yang mengalami spotting (bercak darah) bersamaan dengan lendir serviks selama masa subur. Sehingga akan lebih mudah mengetahui masa suburnya.

Yang perlu diperhatikan juga. Beberapa pasangan menjadi stres setelah berusaha keras untuk mendapatkan anak, akan tetapi harapan tidak kunjung terwujud. Rahasianya adalah menghilangkan stres tadi dan berusaha rileks, karena stres akan mempengaruhi ovulasi, makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang, olahraga teratur, menghindari alkohol dan rokok (termasuk perokok pasif). Teriring usaha kita tadi, tentunya tidak lupa untuk selalu berdoa kepada Allah Ta’ala, Dzat Yang Maha Kaya, Maha Memberi, Maha Segala-galanya. Semoga Allah mengabulkan doa-doa kita. Aamiin…

Keep trying and never give up!  Semoga berhasil ya…🙂

Sumber : ilmu Obsgin yang masih nempel di memori girus otak yang coba dituangkan dalam bentuk tulisan, Alhamdulillah…

– Kuala Lumpur, 16 November 2009 –

 

7 Responses

  1. mbak, ijin link blognya yaa…

    saya pernah nulis juga ttg masa subur, tapi hanya 1 kalimat *hihihi…soalnya hitung masa suburnya lewat software handphone😀

    http://klikclinickink.wordpress.com/2009/10/13/3-days-verloskunde-kamer/

  2. Mbak, mau nanya….
    Kalo bukan masa subur, ga bakal jadi ya mbak? hehe

    • “Jadi” atau enggaknya kan banyak faktor yg ikut berperan Ni. Pada umumnya, menurut ilmu kedokteran memang harus terjadi petemuan antara spema dengan ovum, hingga kemudian terjadi pembuahan, implantasi, dst. Nah… agar meningkatkan kemungkinan untuk terjadinya pembuahan, maka hubungan seksual diakukan pada saat masa subur, karena di dalamnya ada saat ovulasi yaitu dikeluarkannya ovum dari ovarium. Kan kita tahu kalo sperma itu punya kemampuan bertahan hidup di dalam alat reproduksi wanita hingga 72 jam (3 hari), sedangkan ovum cuma bentar 12-24 jam. Jadi, kalau di luar masa subur, berarti dah di luar masa ovulasi juga kan… maka ovum dah keburu mati.
      Wallahua’lam.
      Mudah-mudahan terjawab pertanyaannya =)

  3. mba mau tanya , aku kan bulan kemaren haid tgl 28 dan bulan berikutnya suka maju 5 hr , jd tgl 23 .
    skg udh tgl 24 saya blm haid ,.
    payudara sakit , pinggang sakit , mual , pusing , sakit bagian perut bawah . tp keluar flek coklat kaya yg mau haid .
    ini gimana ya ?
    apa tanda2 hamil , apa tanda2 mau haid ?😦

    • Monggo ditunggu dulu sampai benar2 yakin sudah terlambat haid. Jika seminggu ini belum haid juga, bs coba dites pack.

      • tapi ini ada keluar darah sedikit udah dua hari tp coklat warna nya , apa haid ? biasanya klo haid suka lgsh banyak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: