Pergeseran Usia Serang Kanker Payudara


“Mbak, ada saudara yang dirawat di RS karena muntah darah. Kalau muntah darah itu penyebabnya apa ya?”, tanya adik iparku. “Penyebab tersering adalah pecahnya varises esofagus (PVE) dan gastritis erosif. PVE diakibatkan adanya penyakit pada hati seperti sirosis hepatis. Sedangkan gastritis erosif adalah penyakit pada lambung yang biasanya disebabkan oleh seringnya seseorang minum obat golongan NSAIDs (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs) seperti parasetamol, antalgin, asam mefenamat, yang mudah sekali dibeli di warung atau toko, baik dalam bentuk generik ataupun merk dagang yang sering ada di iklan-iklan, dan bisa juga disebabkan seringnya minum jamu-jamuan buatan pabrik yang ditambah dengan steroid.”, jelasku. (Ehmm… ngerti ga ya? Jangan-jangan penjelasan saya malah bikin bingung. Mudah-mudahan tidak)

“Muntah darah ataukah batuk darah?”, tanyaku lebih lanjut. “Oh…ndak tahu mbak, emang bedanya apa?”, tanyanya.“Penyakit yang mendasarinya berbeda, organ tubuh yang terserang juga berbeda. Trus kalau batuk darah ya didahului dengan batuk, sedangkan muntah darah didahului dengan muntah. Batuk darah, dikenal dengan sebutan hemoptisis, warna darahnya merah segar dan kadang disertai busa. Sedangkan muntah darah, dikenal dengan hematemesis, warna darahnya kehitaman karena bercampur dengan asam lambung. Hemoptisis merupakan salah satu gejala dari penyakit tuberkulosis (TBC) dan bisa juga kanker paru.”

“Di bagian payudaranya ada benjolan mbak dan katanya ada hubungannya dengan kelenjar getah bening.”, lanjutnya. “Ehmm… kemungkinan itu adalah kanker payudara (Ca mammae) dan mungkin juga sudah terjadi metastasis alias penyebaran di organ lain termasuk di kelenjar getah bening, terutama di bagian ketiak. Seringkali penyebaran terjadi di organ paru, hati dan tulang. Sehingga kemudian gejala yang timbul sesuai dengan organ yang diserang, seperti sesak napas atau nyeri tulang atau bahkan sampai muntah darah”, jelasku lagi. “Emang siy mbak, katanya sudah komplikasi.”

“Berapa umurnya?”, tanyaku. “Sekitar 28an gitu mbak.” “Innalillahi…”, jawabku. “Jadi ingat saat saya koas dulu, pas stase di bagian bedah onkologi (tumor) RSCM, banyak sekali pasiennya. Banyak didominasi oleh pasien kanker payudara stadium lanjut. Dahulu, penyakit ini banyak ditemui pada orang yang berusia lebih dari 40 tahun bahkan 50 tahun. Tapi sekarang… cukup banyak wanita-wanita usia produktif sekitar 20-an tahun yang terkena kanker ganas ini, tidak tanggung-tanggung waktu itu saya mendapatkan pasien umur 26 tahun dengan gambaran “peau d’ orange” di payudaranya, yang merupakan salah satu tanda stadium lanjut dari Ca mammae ini, gambaran seperti kulit jeruk.  Jadi memang harus lebih waspada!”, ceritaku bersemangat.

“Itu kenapa ya mbak koq bisa terjadi kanker payudara?”, tanyanya lagi. “Salah satu faktor risikonya jika di dalam keluarganya ada yang pernah menderita kanker payudara, atau kanker indung telur (ovarium) atau kanker-kanker yang lain juga bisa1. Trus apalagi didukung dengan pola makan yang suka makanan cepat saji alias junk food, makanan kaleng dengan berbagai pengawet, penyedap rasa, dll.” Jawabku. “Iya mbak, sering banget makan makanan kaleng kaya’ sarden gitu.”

Jadi, sekarang buat wanita-wanita, terutama yang sudah ada faktor risiko, lebih waspada lagi ya terhadap timbulnya kanker payudara ini. Cara paling gampang ya SADARI, periksa payudara sendiri teratur setiap bulan, seminggu setelah hari pertama haid. Lalu, jangan lupa memeriksakan payudara dengan alat mammografi, dilanjutkan dengan USG payudara juga lebih bagus, secara berkala. Pemeriksaan dengan menggunakan mamografi dan USG akan meningkatkan ketepatan diagnostik. Kalau yang tidak ada faktor risiko, mulai rajin melakukan pemeriksaan mammografi pada usia 40 tahun ke atas2.

Yang tidak kalah penting adalah menjalani gaya hidup sehat mulai dari makan makanan sehat, bergizi seimbang, rajin berolahraga dan istirahat cukup.

****************

1. Faktor risiko kanker payudara antara lain:

  • Usia lebih dari 30 tahun
  • Tidak / belum menikah lebih dari 30 tahun 
  • Tidak mempunyai anak atau mempunyai anak pertama pada umur lebih dari 35 tahun
  • Tidak menyusui anak selama 2 tahun atau ASI eksklusif
  • Menstruasi pertama (menars) pada usia yang lebih lambat dari normal
  • Menopause pada usia lebih awal dari normal
  • Pernah ada riwayat memakai obat hormonal lama
  • Mempunyai keluarga yang pernah mengalami kanker payudara atau kanker di bagian tubuh yang lain
  • Pernah operasi payudara atau tumor di daerah kandungan, seperti tumor ovarium
  • Pernah mendapat pengobatan dengan jalan radiasi di daerah dada

2.MAMOGRAFI dilakukan bila ada indikasi sebagai berikut :

  • Skrining pada wanita yang mempunyai faktor resiko tinggi untuk mendapat kanker payudara (ada 10 faktor resiko, lihat pembahasan diatas)
  • Jika massa/ benjolan yang teraba pada payudara tidak jelas
  • Jika dokter meraba adanya benjolan pada kelenjar getah bening aksila (ketiak) dan supra klavikula (diatas tulang klavikula / leher) walaupun tidak disertai terabanya massa / benjolan pada payudara
  • Untuk usia 40 – 50 tahun dilakukan 2 tahun sekali, sedangkan lebih dari 50 tahun dilakukan setahun sekali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: