Berhias Dengan Kesabaran


Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri. Dan bertasbihlah kepadaNya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar).” (QS. Ath-Thur: 48-49)

Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Hud: 115).

Dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudriyyi bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Tidaklah sesuatu yang menimpa seorang muslim berupa rasa lelah, rasa sakit, gelisah, sedih dan resah sampai pun duri yang menusuknya kecuali Allah akan hapus dengannya kesalahan-kesalahannya.” (HR. Ahmad : musnad Ahmad, musnad Abu Hurairah, No. 8070, 17/ 112)

Sesungguhnya pengamalan agama ini memiliki dua inti, sabar dan syukur. Barangsiapa yang tidak memahami keduanya, maka runtuhlah agamanya. Dan barangsiapa yang hanya memahami satu bagian saja, maka sesungguhnya ia ibarat burung yang hanya terbang dengan satu sayap. Dan tidak ada satu pun burung yang bahagia ketika sayapnya yang tertinggal hanya satu.

Sungguh, Maha Besar dan Bijaksana Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjadikan sabar ini sebagai ujung tombak manusia dalam meraih cita-cita besar mereka. Manusia yang penuh dosa dan salah pun ditunggu oleh Allah Ta’ala hingga timbul kesadaran mereka untuk bertaubat, dengan penuh kesabaran. Subhanallah. Maha Suci Allah.

Maka dari itu, menjadi sunnatullah bagi manusia untuk tidak banyak mengeluh ketika menjalani roda kehidupan ini. Siapa saja yang ingin meraih kebahagiaan, haruslah dengan sabar. Barangsiapa yang ingin menikmati surga Allah, haruslah bersabar dalam menjalankan ketaatan. Barangsiapa yang ingin selamat dari kesengsaraan hidup, haruslah bersabar untuk tidak melakukan kemaksiyatan.

Inilah yang dilakukan oleh para ulama dan tokoh besar Islam terdahulu. Kesabaran meniti jalan hidup senantiasa menghiasi pribadi mereka. Mereka rela meninggalkan kesenangan sementara, untuk kebahagiaan abadi. Mereka mengalah untuk hal-hal yang kecil demi kemenangan yang besar. Mereka adalah orang-orang yang tabah dalam menahan rasa lapar, rasa kantuk, bersabar dalam kondisi kekurangan bahkan tidak punya apa-apa, tabah dalam sakit dan penderitaan. Itulah gambaran kesabaran mereka. Dan jadilah sabar itu mengantarkan mereka sebagai orang-orang besar.

Semoga kita bisa belajar dari pendahulu kita untuk menghiasi hari-hari kita dengan kesabaran. Tidak ada satupun manusia yang terbebas dari kesulitan hidup. Hari ini mendapatkan kemudahan, barangkali esok hari akan datang kesulitan. Begitu juga sebaliknya. Sabar akan menempa kita menjadi manusia yang tegar, kokoh, percaya diri, penuh harapan dan pengalaman hidup. Allah pun akan senantiasa mendukung dan menemani langkah-langkah kita.

Hai orang-orang yang beriman, jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: