Kebiasaan Salah Sekitar Kita


Seringkali kita tidak sadar bahwa kebiasaan yang kita lakukan bisa mendatangkan masalah bagi kesehatan kita. Contohnya antara lain minum teh setelah makan, minum obat bersama dengan jus buah atau susu, makan bakso yang panas didampingi dengan minum es (uenake puol…), sikat gigi segera setelah makan (lho koq…bukannya baik ya?), minum antibiotik harus dihabiskan (kalau sudah sembuh tetep harus dihabiskan?!!), dan masih banyak lagi. Ya mungkin akan banyak pertanyaan di benak kita. Karena kurangnya informasi, sesuatu yang tidak benar menjadi lazim buat kita.

“Apapun makanannya, minumnya tetep teh botol…(tanpa menyebut nama merk)”, iklan yang menggambarkan juga kebiasaan masyarakat kita. Banyak di antara kita, terutama saat makan di luar rumah seperti di rumah makan atau pun warteg alias warung tegal, menu makan kita didampingi dengan minum es teh atau teh hangat. Eits…jangan salah lho! Teh yang diminum tadi akan menghambat penyerapan zat besi yang ada di dalam makanan yang baru saja kita makan. Sayang dong kalau ternyata makanan kita mengandung tinggi zat besi, yang berguna dalam pembentukan sel darah merah, malah tidak bisa diserap oleh tubuh. Sehingga kemudian timbul keluhan mudah ngantuk, lelah, pusing. Waspadalah jika keluhan ini mulai sering muncul, kemungkinan Anda telah terserang anemia. Kebiasaan yang sebaiknya mulai diterapkan adalah minum air jeruk setelah makan. Mengapa? Karena penyerapan zat besi akan meningkat pada suasana asam. Hal ini berlawanan dengan teh tadi. Jadi, mulai saat ini, slogannya adalah “apapun makanannya, minumnya air jeruk saja”.

Kebiasaan salah yang lain adalah minum obat bersama dengan jus buah atau susu. Tetrasiklin tidak boleh diminum bersama dengan susu karena akan terbentuk kelat yang tidak diserap oleh usus akibat berinteraksi dengan ion kalsium dalam susu. Sehingga ketersediaan obat tersebut dalam tubuh akan berkurang dan bisa tidak tercapai efek terapi yang diharapkan. Sebenarnya tidak semua obat dilarang diminum bersama dengan jus buah atau susu, bahkan ada obat yang penyerapannya justru meningkat bila diminum bersamaan dengan susu seperti griseovulfin, salah satu obat anti jamur. Pada dasarnya, minum obat bersamaan dengan minuman atau makanan lain bisa menyebabkan adanya interaksi obat alias perubahan efek obat. Minuman berupa jus yang menurut banyak penelitian bisa menyebabkan interaksi obat adalah jus grapefruit (jus anggur). Kadar beberapa jenis obat bisa meningkat jika diminum dengan jus ini sehingga bisa terjadi efek samping. Contohnya adalah obat hipertensi golongan kalsium antagonis, amiodaron, antivirus, antibiotika klaritromisin, benzodiazepam, dan beberapa obat sistem saraf pusat lainnya, penurun kolesterol jenis statin dan siklosporin. Jenis jus lain yang mulai banyak diteliti adalah jus cranberry, jeruk, dan jeruk limau. Minuman lainnya yang juga tidak disarankan adalah susu, teh, kopi, soft drink, dan alkohol.

Minum obat bersamaan dengan makanan tertentu juga bisa membuat kecepatan absorpsi (penyerapan) obat tadi di usus jadi lebih lambat. Namun, ada juga jenis obat yang disarankan untuk diberikan bersama makanan untuk meningkatkan absorpsinya atau mencegah terjadinya iritasi lambung dan biasanya dokter akan menyarankan meminum obatnya bersama makanan atau setelah makan. 

Jadi, yang paling aman adalah minum obat dengan air putih biasa.

Kebiasaan lain adalah minum antibiotik tidak dihabiskan karena merasa sudah sembuh, padahal bakteri yang ada di dalam tubuh masih belum mati lho… Berbeda dengan obat  lain, antibiotik yang tidak dihabiskan sesuai dengan jumlah yang diberikan dapat menyebabkan timbulnya resistensi kuman terhadap antibiotik tersebut. Kuman menjadi lebih kebal dengan antibiotik tadi dan harus ditingkatkan jumlahnya atau dosisnya atau bahkan harus dicari antibiotik lain yang lebih kuat nantinya. Masalahnya memang di negeri kita tercinta ini antibotik yang seharusnya bisa didapat hanya dengan resep dokter, bisa dibeli dengan mudahnya di toko-toko. Sehingga penggunaan antibiotik menjadi tidak rasional lagi, misalnya sakit flu biasa sudah langsung membeli antibiotik seperti amoksisilin. Padahal belum tentu penyebabnya bakteri, malah lebih sering disebabkan oleh virus. Nah kan, tidak sesuai dong dengan penyakitnya, bisa-bisa antibiotiknya membunuh flora normal tubuh kita (bakteri baik yang ada dalam tubuh & berguna dalam tubuh kita).

Kebiasaan salah lainnya adalah sikat gigi setelah makan. Awalnya saya juga sering malakukan hal ini mengingat saya menggunakan kawat gigi, jadi kalau tidak langsung menggosok gigi, terasa ada yang mengganjal. Tapi ternyata…hal ini tidak boleh dilakukan, dianjurkan menunggu sekitar 30 menit setelah makan, baru kemudian menggosok gigi. Mengapa? Karena segera setelah makan, maka daerah sekitar mulut akan bersifat asam karena adanya enzim untuk mencerna makanan kita, sehingga jika kemudian gigi yang sedang dalam suasana asam digosok, akan mudah terjadi pengeroposan gigi (niy kata teman yang berprofesi sebagai dokter gigi dan insya Allah dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya…🙂.

Kalau kebiasaan makan bakso panas dengan minum es, sepertinya dah pada tahu kalau tidak baik buat gigi. Tapi, karena nikmatnya lebih terasa dan menggiurkan, maka bablas angine…eh salah maksudnya tetep aja dilakukan. selain ga bagus buat gigi kita, juga tidak bagus buat pembuluh darah kita lho! Pernah lihat kan, air dingin (baca: es) ditambah dengan lemak, tidak larut kan dan akan terbentuk gumpalan. Nah…coba dibayangkan dech jika itu terjadi di sirkulasi darah kita, ntar seperti selokan yang tidak pernah dibersihkan, sumbatan dimana-mana dan sirkulasi jadi ga lancar. Waduh…syerem!!!

Setelah seharian mengetik di depan komputer atau melakukan aktivitas yang berat, meretakkan buku-buku jari hingga berbunyi memang sungguh nikmat. Rasanya seperti melepas lelah dan ketegangan tangan dan tubuh. “Gerakan membunyikan buku-buku jari adalah kebiasaan yang salah karena menyalahi aturan persendian normalnya dan dapat menghancurkan tulang-tulang rawan di dalamnya,” ujar Edmund Edelma, ketua German Rheumatologists Association (BDRh), seperti dilansir Geniusbeauty, Jumat (31/7/2009). “Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus maka dapat menimbulkan penyakit sendi yang kronis di kemudian hari,” tambah Edelma.

Sekarang jadi tahu kan apa kebiasaan salah yang masih saja kita lakukan. Mudah-mudahan bermanfaat dan mulai saat ini, mari kita terapkan cara hidup sehat, kebiasaan sehat, dimulai dari diri kita sendiri. Good luck dech!

Ada yang mau berbagi kebiasaan salah lainnya? Agar bisa dihindari lho…

3 Responses

  1. keren dok blognya.. baca dari awal sampe akhir walo capk tp bnyak manfaatna

  2. Terima kasih, sangat bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: