MENANGGALKAN JILBAB: MENGEJAR KENIKMATAN DUNIAWI


Kewajiban berhijabSedang hangat di kampus, obrolan beberapa teman dosen tentang pemilihan putri Indonesia. Beberapa hari yang lalu telah terpilih putri Indonesia 2009, perwakilan dari kota yang dikenal sebagai Serambi Mekkah, yaitu Nangro Aceh Darussalam (NAD).  

Sungguh sayang skali ukhty… kenikmatan dunia yang dikejar, demi menjadi seorang putri Indonesia. Demi meraih kenikmatan semu, rela menanggalkan jilbab. Belum lagi, bagaimana nantinya saat mengikuti ajang pemilihan miss Universe? Tidak malukah engkau menggunakan bikini2 yang memamerkan semua bagian tubuhmu, memamerkan auratmu ??? Astaghfirullah wal ‘iyaudzubillah

“Sudah meminta ijin ke gubernur NAD untuk melepaskan jilbab, meminta ijin ke menteri pemberdayaan perempuan…”. Ukhty… sudahkah anda meminta ijin kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala? Bisa dipastikan tidak akan ada ijin hingga kapanpun, karena sudah jelas dalilnya dalam Al-Qur’an maupun hadits mengenai kewajiban menutup aurat.

Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

 “Rambut ajilbabdalah perhiasan wanita yang seharusnya diperlihatkan kepada semua orang…”. Ukhty… setiap perbuatan dan perkataan kita akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat nanti, di hadapan Allah Ilahi Robbi. Rambutmu adalah auratmu… bukan untuk dinikmati laki-laki yang bukan mahrammu, tapi berbanggalah jika itu kau hadiahkan buat suamimu seorang.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang aurat, maka beliau bersabda,

Jagalah auratmu, kecuali dari (penglihatan) suamimu atau budak yang kau punya.” Kemudian beliau ditanya, “Bagaimana apabila seorang perempuan bersama dengan sesama kaum perempuan ?” Maka beliau menjawab, “Apabila engkau mampu untuk tidak menampakkan aurat kepada siapapun maka janganlah kau tampakkan kepada siapapun.” Lalu beliau ditanya, “Lalu bagaimana apabila salah seorang dari kami (kaum perempuan) sedang bersendirian ?” Maka beliau menjawab, “Engkau lebih harus merasa malu kepada Allah daripada kepada sesama manusia.” (HR. Abu Dawud [4017] dan selainnya dengan sanad hasan, lihat Fiqhu Sunnah li Nisaa’, hal. 381)

Miris mengetahui cerita ini😦 Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari peristiwa di atas dan semoga terhindar dari perbuatan-perbuatan yang dibenci, bahkan dimurkai Allah Ta’ala. Aamiin…

…………………………………………………………………………………

http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/jilbabku-penutup-auratku.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: