PERAN SUGESTI MENGUBAH PERSEPSI


Setujukah anda bila saya katakan bahwa sugesti bisa berperan dalam merubah persepsi seseorang terhadap sesuatu dan juga dalam proses penyembuhan seseorang? Contohnya seperti ini:

  • Kita tahu bahwa yang namanya pare itu pahit banget, apalagi daun pepaya. Nah, ternyata saya yang awalnya tidak menyukai kedua jenis sayuran tadi, dimasak dalam bentuk apapun juga, malah menjadi suka sekali dengan sayuran ini karena tersugesti setelah mendengar dan membaca khasiat dari kedua sayuran tadi bagi kesehatan.
  • Lain lagi seorang mahasiswa saya yang awalnya tidak menyukai kurma, tetapi sejak dia melakukan studi literatur mengenai kurma  dan Subhanalllah…ternyata banyak sekali kandungan zat gizinya dan manfaatnya bagi tubuh. Maka sekarang dia menjadi salah satu penggemar kurma.
  • Teman saya juga bercerita bahwa ibunya pernah berobat ke praktek dokter spesialis penyakit dalam. Katanya, baru masuk ruangannya saja dan belum bertemu si dokter, ibunya sudah merasa baikan. Ibunya memang menjadi pasien dokter tadi sejak lama. Mungkin awalnya karena merasa cocok dengan pengobatan yang diberikan, akhirnya jika penyakitnya kambuh sugestinya juga ikut berperan dalam mengobati penyakitnya.
  • Sama halnya dengan pasien-pasien yang merasa tidak sembuh jika belum disuntik, meskipun sebenarnya tidak ada indikasi niy pasien untuk disuntik. Sehingga terkadang dokter pun “terpaksa” memberi suntikan yang seringkali fungsinya hanya sebagai plasebo.

Tapi ternyata ada sedikit perkecualian, contohnya saya yang tetep tidak suka susu kedelai meskipun tahu manfaatnya bagus buat kesehatan. Alasannya mungkin karena saya tahu ada makanan lain yang lebih nikmat bagi saya, dari bahan yang sama dan bisa menjadi subsitusi susu kedelai tadi, yup…tidak lain adalah tempe😉. Sehingga timbul efek inhibisi yang berujung pada penolakan terhadap produk ini. Tapi ujung-ujungnya tetap sugesti berperan juga, yup…sugesti untuk mensubtitusi pemenuhan protein dari susu kedelai dengan menggunakan tempe.

Jadi, jika ingin merubah persepsi kita terhadap “sesuatu” atau mengharapkan kesembuhan terhadap penyakit, tumbuhkan sugesti tadi dengan banyak cara. Pertama bisa dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang hal tadi, yang dapat mendorong kita untuk merubah persepsi negatif menjadi persepsi positif. Persepsi positif akan menjadi energi positif di alam bawah sadar kita. Kemudian, tumbuhkan keyakinan dalam diri kita (alam bawah sadar kita) bahwa “sesuatu” itu bermanfaat. Dan jangan lupa buat yang ingin sembuh dari penyakit, untuk berdoa dan pasrah atas usaha maksimal yang telah dijalani. Biidznillah… Allah akan memberikan kesembuhan. Yakinlah, bahwa sakit yang diderita, sekecil apapun, akan menebus dosa-dosa kecil yang telah kita lakukan, insya Allah.

Setiap musibah yang menimpa mukmin, baik berupa wabah, rasa lelah, penyakit, rasa sedih, sampai kekalutan hati, pasti Allah menjadikannya pengampun dosa-dosanya.” (HR. Bukhari-Muslim)
 
Tidaklah seorang Muslim ditimpa gangguan berupa penyakit dan lain-lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya.” (Bukhari-Muslim)

Tidaklah seorang mukmin tertusuk duri atau yang lebih kecil dari duri, melainkan ditetapkan baginya satu derajat dan dihapuskan darinya satu kesalahan.” (Diriwayatkan Muslim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: