Waktu, Cepatnya Berlalu…


Di balik setiap ibadah yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala tentu ada hikmah yang dapat dipetik oleh seorang muslim, ada pula pelajaran yang diperoleh dari aktivitas ibadah tersebut, karena satu ibadah mempunyai ikatan dengan ibadah lainnya, sebagaimana melakukan kebaikan tentu melahirkan kebaikan lainnya. Ramadhan sudah kian dekat, sudah siapkah diri ini menyambut kedatangannya dengan suka cita dan dengan persiapan penuh untuk mengisinya dengan berbagai kebaikan dan ibadah. Ibadah ikhlas karena Allah semata dan itiba’ (mengikuti) Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, sesuai dengan pemahaman Salafush sholeh. Dalam bulan Ramadhan banyak rangkaian ibadah yang dikerjakan oleh seorang muslim, dari rangkaian itu diharapkan ia dapat banyak belajar untuk bekal bulan-bulan berikutnya.

Baru kemarin rasanya saya menyambut Ramadhan, sekarang ia pun telah tiba pula. Belum lepas dari ingatan ini hari-hari Ramadhan yang telah dilalui, shiam…qiam…tilawah Qur’an…Tak terasa memang, begitulah waktu…

Masa yang dilalui oleh manusia terbagi tiga. Pertama adalah masa yang telah berlalu, dan kedua adalah masa depan yang belum berlalu dan yang ketiga adalah masa sekarang ini. Masa yang telah lalu, maka saya tidak akan merasakannya lagi, dia telah berlalu dengan berlalunya waktu, itu tidak perlu disesali lagi, yang telah terjadi biarlah terjadi. Masa yang belum berlalu dialah masa yang akan datang, masa yang ada di alam khayal dan hanya ada dalam lamunan. Masa itu juga tidak terasa, karena ia belum datang dan belum tiba. Kehidupan yang sebenarnya adalah di hari ini, masa itu berada pada detik saya menulis ini. Kata-kata yang telah saya tulis menjadi masa lalu, sedangkan kata yang belum tertulis dan masih berada dalam pikiran, dialah masa depan. Berarti kehidupan hanya ada pada satu kata… (hanya sebuah analog).

Alangkah hinanya saya, jika telah mengisi satu kata itu dengan dosa dan kesalahan, alangkah meruginya saya jika tidak mengisinya dengan pahala dan kebaikan. Hamba yang baik adalah hamba yang mengisi kata-kata kehidupannya dengan kebaikan, tanpa meratapi masa lalu atau merasa khawatir akan masa depan.

Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu berkata, ” Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam memegang pundakku, dan beliau bersabda, Jadilah engkau di dunia bagaikan orang asing atau sebagai pengembara“, dan Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu sering berkata,Jika engkau sedang melewati sore, maka janganlah tunggu pagi, dan jika engkau sedang melaewati pagi, maka janganlah tunggu sore. Gunakan kesehatanmu untuk masa sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu.(HR. Bukhari).

Berharap kita bisa bertemu dengan Ramadhan tahun ini dengan kesiapan lahir bathin. Semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari pada Ramadhan sebelum-sebelumnya. Aamiin…

(So many targets. Hopefully, it can be done. Aamiin)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: