Praktek Akupresur


Setelah membaca artikel berjudul “Belajar Akupresur”, mungkin jadi pada penasaran bagaimana cara melakukannya, ehmm…sudah pada ga sabar mau mempraktekkannya ke ortu atau sodara ya???  Bismillah, semoga bermanfaat…

Sebelum mempraktekkannya langsung sesuai dengan keluhan orang yang hendak kita pijat, maka alangkah baiknya kalau kita mengetahui hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum memijat dan cara memijatnya. Maka pada artikel kali ini, saya akan mencoba menuliskan itu dulu. So…bersabar ya, biar prakteknya jadi lebih mantap dan berhasil, belajarnya step by step alias berproses, kan sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, lho…koq ga nyambung ya🙂.

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memijat adalah kondisi pasien, kondisi ruangan dan posisi pasien serta pemijat. Akupresur tidak boleh dilakukan terhadap penderita dalam keadaan terlalu lapar, terlalu kenyang, terlalu emosional (sepertinya semua yang terlalu itu ga baik kan ya, hehe…), sangat lemah kondisinya hanya diperlukan pijat untuk menguatkan kondisinya dan jumlah titik yang dipergunakan jangan terlalu banyak, kemudian wanita hamil tidak boleh dipijat pada beberapa titik akupresur (untuk lebih amannya, jangan memparaktekkan dulu pada wanita hamil, diserahkan pada ahlinya saja). Selain kondisi penderita, juga perlu diperhatikan keadaan tempat dilakukannya pemijatan tersebut, yaitu suhu dalam kamar jangan terlalu panas dan terlalu dingin, sirkulasi udara hendaknya lancar dan udara kamar segar. Posisi penderita sewaktu dipijat juga harus diperhatikan, duduk atau berbaring dalam keadaan santai dan tidak tegang adalah saat yang terbaik bagi penderita untuk mulai dipijat. Posisi pemijat hendaklah berada pada keadaan yang bebas dan nyaman untuk melakukan pemijatan.

Pemijatan dapat dilakukan dengan ditekan-tekan dan diputar-putar atau diurut sepanjang meridian. Untuk bayi di bawah satu tahun, sebaiknya dengan mengelus-elus (meraba-raba) perjalanan meridian saja dan jangan dipijat seperti orang dewasa. Pijatan bisa dimulai setelah menemukan titik pijatan yang tepat, yaitu timbulnya reaksi pada titik pijat yang berupa rasa nyeri atau pegal. Setiap pemberian rangsangan terhadap titik pijat akan memberikan reaksi terhadap daerah sekitar titik tersebut, daerah yang dilintasi meridian titik tersebut dan organ yang mempunyai hubungan dengan titik tersebut.

Alat pijat yang bisa digunakan antara lain jari tangan baik jempol, jari telunjuk atau jari yang lainnya, siku, telapak tangan, pangkal telapak tangan, kepalan tangan (jangan ditinju & jangan keras-keras, yang ada bukannya makin membaik keadaannya, tapi orangnya ntar malah kesakitan atau bahkan benjol-benjol, hehe…) dan bisa menggunakan alat bantu terbuat dari kayu atau bahan lainnya yang tumpul, yang sudah banyak dijual di pasaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: