Selalu Selipkan Ibu…


Selalu selipkan ibu………

inilah Hakim namanya

Hakim begitu menyayangi ibunya….

dimana-mana ibu, ibu dan ibu….

saat kondangan pernikahan temannya, lelaki tanggung ini
selalu ingat terhadap ibunya….

” Biarlah ayam ini kubawakan untuk ibu ”

ucap Hakim yang kemudian membungkus ayam goreng di
piringnya….

teman teman Hakim hanya melongok kaget menahan tawa…

pernah lagi Hakim berjalan dengan temannya dan
berhenti di kumpulan baju-baju yang dijual,,

” Berapa Mas dasternya?

ada ukuran double L nggak???”

teman temannya kembali tertawa……

satu lagi yang unik…

saat Hakim memenangkan tiket nonton bioskop gratis
dalam sebuah acara instansi,pembawa acara yang telah
memanggil Hakim bertanya padanya…

” Anda kan menang tiket nonton….mau bawa siapa niy
Mas???”

Hakim tersenyum tanggung lalu berkata ” Saya mau
nonton dengan ibu saya ”

serentak semua penonton terbahak……..

” Norak lo!” teriak seseorang mencemooh…

“Udik lo”seorang lagi menimpali….

Hakim selalu yakin akan sikapnya…terserah orang mau
bilang apa…gumamnya dalam hati

Hakim bekerja sembari sekolah….malamnya ia sibuk
membungkus-bungkus air sirop untuk dijual
di kelasnya….saat saudaranya tidur, Hakim justru sibuk
mengikat es lilin dengan karet gelang….kadang satu
dua es terpaksa tumpah karena licinnya plastik
pembungkus…

di sekolah inilah saatnya sang penjual es
beraksi…bila teng pukul sembilan tepat saat anak
anak sekolah beristirahat Hakim menjajahkan
esnya……

habislah dagangan si Hakim yang laku keras…..sampai
suatu saat terdapat pelajaran olahraga sebagai mata
ujian praktek membuat Hakim
bersemangat…..olahraganya adalah lari 4 keliling
lapangan bola….

wow, Hakim semangat bukan main, ia menghabiskankan 200
bungkus plastik untuk membuat es….

alhasil…esnya pun lagi lagi laku keras…..

sepulang dari ujian itu Hakim menuju bank dan
menabung…..tapi tak semuanya ia tabungkan…

tahu apa yang dilakukan Hakim???

Hakim menuju keramaian pasar……

begitu sampai di rumah, Hakim mengunjungi kamar
ibunya…..

” Ini hadiah untuk ibu ” ucap Hakim yang
memberikan bungkusan hitam tak bersampul kado itu
kepada ibunya….

“Menangislah ibu si Hakim menerima hadiah itu..tampak
sepasang alas kaki tanpa tutup dan bertali menyentuh
perasaan batinnya…sang ibu tak henti hentinya
menyucurka air mata sembari memeluk anaknya yang
hampir dewasa itu

“Ini buat ke masjid Bu” jelas hakim atas sandal jepit
pemberiannya……

sang ibu terdiam dan terus mengusap air matanya

Hakim hanya diam tersenyum lega di pelukan ibunya dan
berkata dalam hatinya…..

” Ibu, aku akan selalu membahagiakanmu “….

Syukron…sekianlah kisah si Hakim…..

saat harus di cap norak, udik, dan sebagainya hal
tersebut tak menggoyahkan keinginannya membahagiakan
sang ibu, bahkan ia selalu selipkan sang ibu dalam
kesehariannya…..

mungkin sudah saatnya kita bertanya

” Ibu, apakah aku telah
membahagiakanmu………………………………………
……………………………… ??”

Sumber : sebuah email sekitar 4 tahun yang lalu dari seorang kawan dengan beberapa editan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: