Arung Sejarah Bahari III


Ajari IIITernate, Senin, 21 April 2008, saat itu hujan rintik-rintik, matahari bersembunyi di balik awan hingga sinarnya enggan menyambut kedatangan rombongan Ajari (Arung Sejarah Bahari) III di Bandara Sultan Babulah Ternate. Meskipun gerimis menerpa, para peserta AJARI III tetap bersemangat dan menikmati tarian perang khas Ternate, sebagai tarian penyambutan kedatangan rombongan.

Ajari III ini merupakan kegiatan ekspedisi mengarungi lautan dalam arti yang sesungguhnya, sambil mengunjungi peninggalan-peninggalan sejarah bahari. Kegiatan ajari III ini dilaksanakan di Provinsi Maluku Utara dengan mengunjungi berbagai objek wisata sejarah, dari Ternate ke Tidore, Jailolo dan Bacan. Kurang lebih 90 peserta mahasiswa terpilih dari perguruan tinggi negeri maupun swasta dengan latar belakang berbagai disiplin ilmu mengikiuti kegiatan ini. Dalam ajari III ini Universitas Jember mendapatkan kesempatan untuk mengirimkan delegasinya mengikuti kegiatan tersebut. Saya, Anugrah Widhi Putranto dan M. Irvan P.A (Agronomi FAPERTA), Leny Lila dan Neny Apriani (FE), Moh. Zaki (FH) dan Diana Candra (FKIP) yang berkesampatan hadir sebagai delegasi Universitas Jember.

Ajari III ini secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala, yang selanjutnya dilanjutkan dengan sambutan oleh Gubernur Maluku Utara dan diteruskan jamuan makan oleh Gubernur Maluku Utara AJARI III ini dilaksanakan sekitar 7 hari, dimana hari pertama merupakan hari regristrasi dan hari ke-2 merupakan hari sambutan kedaerahan Maluku Utara.

Kapal yang membawa kami berkeliling Maluku

Selepas pembukaan, yaitu pada hari ke-3, para peserta bersiap menuju pelabuhan Ahmad Yani menuju Pulau Bacan dengan menggunakan kapal ekspres Halsel. Dalam pelayaran ini sekurangnya membutuhkan waktu 5 jam untuk sampai ke Pulau Bacan. Sesampainya di Pulau Bacan peserta dijemput dan disambut dengan tarian adat yang selanjutnya diteruskan rombongan menuju pendopo bupati Bacan untuk menghadiri jamuan makan siang Bupati Bacan. Di Bacan ini, rombongan mengunjungi beberapa obyek wisata, yaitu Mesjid Sultan Bacan, Keraton Sultan Bacan, Rumah Kuning, Benteng Bernalved, Perkebunan Karet dan Rumah Putih.

Pada hari ke-4 selanjutnya rombongan Ajari III bersiap untuk bertolak berlayar ke Tidore, kapal ekspres Halsel melaju dengan cepatnya hinga melewati pulau Makian. Pada hari ke-4 perjalanan lebih menantang, dimana kapal bergoncang keras akibat adanya ombak besar yang disebabkan oleh hujan turun yang disertai angin di perairan Maluku Utara. Perjalanan ini sekurangnya membutuhkan waktu 6 jam untuk tiba di Tidore. Sesampainya di Tidore, Kepala Dinas Bupdar kota Tidore menyambut dengan jamuan makan. Tidore benar-benar berkesan bagi kami, di sana kami rasakan betapa kayanya Indonesia, aroma dan rasa khas makanan Pulau Tidore tidak akan terlupakan di lidah dan di hati kami. Papeda, Gohu dan tentu saja sagu yang menjadi khas makanan Pulau Tidore ini membuat kami semakin sadar akan kekayaan Indonesia. Papeda merupakan makanan dalam bentuk gel yang dicampur dengan kuah yang nikmat dengan racikan rempah segar, sedangkan Gohu merupakan ikan tuna segar mentah yang diolah hingga terasa kenikmatan alaminya. Di Tidore, kami berkunjung ke beberapa obyek wisata, yaitu Kedaton Sultan Tidore, Makam Sultan Nuku, Mesjid Sultan Tidore, dan Dermaga Sultan Tidore. Sambutan di dermaga pulau Tidore di tepi Pantai Rhum ini benar-benar mengesankan, dimana kedatangan kami disambut panggung yang meriah oleh Kesultanan Tidore. Meskipun diguyur hujan deras, kami tetap bersemangat dan lebih bersemangat untuk mengikuti acara tersebut. Pengalaman ini tidak akan terlupakan dan terggores indah di hati, saat saya dan 4 rekan saya berkesempatan untuk bermain bambu gila. Dalam bambu gila ini, bambu sepanjang sekitar 5 meter dipegang erat-erat oleh saya dan 4 rekan saya. Selanjutnya bambu gila diisi Roh sehingga bambu tersebut bergoncang sangat keras, dan kami yang harus mempertahankan bambu tersebut agar tidak jatuh. Gila…. benar benar gila…. ternyata benar bambu tersebut bergoncang keras, sekuat tenaga kami pertahankan bambu itu agar tidak jatuh. Sesekali kami hampir terjatuh tetapi kami cukup lama bertahan, hingga akhirnya saya dan 4 rekan saya terpeleset dalam kubangan lumpur akibat kuatnya hentakan bambu tersebut. Kami tertawa menikmati meskipun tubuh kami dipenuhi lumpur. Rombongan AJARI III bersorak-sorai memberikan support dan perasaan bahagia pada kami. Selanjutnya, saya dan ke empat rekan saya memutuskan untuk mandi di laut Tidore. Terasa hangat dentuman air laut tidore saat bilasan air mengusir lumpur dari tubuh kami. Hangat, hangat sekali ….. Tidore benar-benar tidak terlupakan, saya ingin meraihmu sekali lagi selalu meraihmu….

Pada hari ke-5 kami berlayar ke pulau Jailolo untuk mengunjungi obyek wisata di sana. Obyek yang kami kunjungi antara lain Rumah Adat Sasadu. Mesjid Kesultanan Jailolo dan Makam Banau. Sekitar, dan pukul 14.00 WIT, kami bertolak ke Ternate dan mengunjungi Benteng Kastela dan Benteng Kalamata. Karena hari akan gelap, perjalanan kami lanjutkan keesokan harinya dan kami menuju tempat peristirahatan di Ternate dan mempersiapkan acara malam penutupan. Pada malam penutupan ini, peserta AJARI III yang berperan sebagai pengisi acara, sekitar 13 kelompok peserta menampilkan seni dan budaya daerahnya. Mulai dari tari, sinden hingga memainkan wayang, peserta AJARI III menampilkan kebolehannya yang dikemas dalam satu wadah yang menarik. Sampai pada acara terakhir, saya dan 4 rekan saya menampilkan sebuah acara spontanitas, yaitu serangkaian puisi dan senandung nasional. Saat itu lampu dimatikan, dan berteriaklah pembaca puisi meneriakan tangis dan semangat untuk Indonesia, saya dan 2 rekan saya membacakan puisi dengan penuh haru dan rasa menggugah. Dalam puisi itu menggambarkan kebobrokan negeri ini, yang akhirnya dapat ditemukan titik terang dengan keoptimisan dan rasa persatuan yang kokoh. Serangkaian puisi ditutup dengan menyanyikan lagu Ibu Pertiwi. Tertanam dalam hati saya, tiap kata, tiap bait yang saya lantunkan menggugah saya bahwa saya adalah anak negeri yang seharusnya membaktikan hidup untuk negeri tercinta ini ”Indonesia”.

Jum`at, 25 April 2008 yaitu hari ke-6, merupakan hari terakhir kami berada di Maluku Utara, tidak kami sia-siakan kebersamaan tersebut, kami mengunjungi Kedaton Ternate, Mesjid Sultan Ternate, Benteng Tolouku, Benteng Orange dengan penuh suka cita. Tak lupa kami membeli buah tangan untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh, yaitu sirup pala khas ternate. Setelah kami puas mengunjungi Ternate, waktu jua-lah yang memisahkan kami, Maluku Utara. Rekan kami dari Maluku dan Papua melepas kepergian kami dengan penuh haru di Bandara Sultan Babulah. Kami berpelukan setelah membawa bekal yang tertanam dalam hati; kami bersaudara, satu jiwa satu bangsa dan satu kesatuan. Tonggak Indonesia ada di tangan kami, generasi penerus bangsa.

Berikut puisi yang dapat saya tuangkan selama dalam perjalanan pulang untuk kukenang dan untuk Indonesiaku.

Indonesiaku indah dengan gugusan ribu pulau
Jamrud kathulistiwa yang diwarnai dengan ratusan suku bangsa
Bermacam bahasa, bermacam tradisi dan bermacam keyakinan
tetapi indonesia tetap satu jua
satu hati, satu jiwa satu visi dan satu kesatuan

Indonesia melahirkan anak bangsa
Yang selalu menyerukan Sumpah setia
Berbakti untuk Indonesia
Selalu bersaudara dan berjuang membangun Indonesia
Demi Indonesia baru, Indonesia yang lebih baik
Mari kita semua anak bangsa, bergenggam tangan mengemban tugas mulia
untuk bumi pertiwi,
”Indonesia”.

JAYA BAHARI, JAYA INDONESIA… (written by Anugrah Widhi P.)

2 Responses

  1. Asyik donk punya pengalamn kayk gtu
    seandainya aq bsa kyak gtu…..!!!!
    meskipun di daerah sendiri……..?????????

    • Mbak Dewi dari Ternate ya? Ini pengalaman adik saya🙂
      Salam kenal ^_^
      Terima kasih sudah mampir. Nuwun…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: