Anak Gemuk, Lucukah Atau Justru Mengkhawatirkan?


Obesitas atau kegemukan diartikan sebagai penimbunan jaringan lemak tubuh secara berlebihan. Obesitas dewasa ini semakin banyak ditemukan baik pada orang dewasa ataupun anak-anak. Lucu dan menggemaskan, demikian komentar awal banyak orang saat melihat anak kecil yang gemuk. Sayangnya, obesitas ternyata dapat membahayakan.

Angka kejadian obesitas pada masa kanak-kanak meningkat secara cepat di seluruh dunia. Meskipun masalah genetik dan hormonal juga dapat menjadi penyebab terjadinya obesitas pada anak-anak, kebanyakan kasus kelebihan berat badan disebabkan karena anak-anak makan terlalu banyak dan terlalu sedikit bergerak. Anak-anak menghabiskan lebih banyak waktu di depan TV, komputer atau perangkat video game daripada bermain di luar ruangan. Ditambah dengan kecenderungan keluarga masa kini yang sangat sibuk dan biasanya hanya punya sedikit waktu untuk menyiapkan makanan sehari-hari. Terdapat pendapat yang salah bahwa untuk menyiapkan makanan buatan sendiri yang penuh gizi membutuhkan waktu lama, sehingga membuat makanan cepat saji yang biasanya tinggi kalori dan rendah nilai gizinya menjadi pilihan banyak keluarga.

Obesitas dapat dikenali dengan mudah karena mempunyai ciri-ciri yang khas, antara lain:

  • Wajah membulat.
  • Pipi tembem.
  • Dagu rangkap.
  • Leher relatif lebih pendek.
  • Dada membusung, dengan payudara yang membesar karena mengandung jaringan lemak.
  • Perut membuncit disertai dinding perut yang berlipat-lipat.
  • Kedua tungkai kaki umumnya berbentuk X, dengan kedua pangkal paha bagian dalam saling menempel dan bergesekan. Akibatnya, timbullah lecet.
  • Pada anak laki-laki, bagian kemaluannya (penis) tampak kecil karena tersembunyi dalam jaringan lemak. Hal ini seringkali menyebabkan orang tua menjadi sangat khawatir dan segera membawanya ke dokter.

Anak-anak, tidak seperti orang dewasa, membutuhkan nutrisi dan kalori tambahan untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka. Jadi bila mereka makan kalori dalam jumlah yang cukup untuk aktivitas sehari-hari, maka pertambahan berat badan akan seimbang dengan pertambahan tinggi badannya. Akan tetapi, anak-anak yang makan lebih banyak kalori daripada yang mereka butuhkan, akan menambah lebih banyak berat daripada tinggi badan mereka. Pada kasus-kasus seperti ini, pertambahan berat akan meningkatkan risiko terjadinya obesitas dan masalah kesehatan yang berhubungan dengan berat badan.

Faktor Risiko

Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kelebihan berat badan pada anak:

  • Pola makan. Mengkonsumsi makanan berkalori tinggi (seperti makanan cepat saji), tinggi lemak, makanan yang dibakar, kudapan, minuman bersoda, permen dan makanan penutup, karena memiliki kandungan kalori dan gula yang tinggi.
  • Jarang bergerak. Anak-anak yang jarang bergerak akan lebih mudah mengalami kenaikan berat badan karena mereka tidak membakar kalori melalui aktivitas fisik. Aktivitas seperti menonton televisi atau bermain video game, memiliki andil pada terjadinya masalah ini.
  • Masalah genetik. Bila anak anda datang dari sebuah keluarga yang rata-rata anggotanya mengalami kegemukan, dia mungkin akan mengalami kelebihan berat badan.
  • Faktor psikologis. Ada sebagian anak-anak yang makan terlalu banyak sebagai pelampiasan bila ada masalah, terutama masalah emosi, seperti stres atau kebosanan.
  • Faktor keluarga/ sosial. Orang tua bertanggung jawab untuk menyediakan makanan sehat di dapur dan meninggalkan makanan yang tidak sehat di dalam lemari. Anda tidak bisa menyalahkan anak-anak bila mereka tertarik pada gula-gula, makanan yang asin dan berlemak; lagipula rasa makanan tersebut biasanya memang enak. Tapi anda dapat mengendalikan akses yang dimiliki anak-anak pada makanan seperti ini, terutama di rumah.

Komplikasi

Anak yang kelebihan berat badan dapat menderita masalah kesehatan yang cukup serius, seperti kencing manis dan penyakit jantung, dan sering kali juga membawa kondisi ini sampai ke masa dewasanya. Dampak obesitas dapat terjadi dalam jangka pendek maupun jangka panjang, misalnya:

  • Gangguan psikososial seperti rasa rendah diri, depresif dan menarik diri dari lingkungan. Hal ini karena anak dengan obesitas sering menjadi bahan olok-olokan teman main dan teman sekolah. Bisa juga karena ketidakmampuan melaksanakan tugas/ kegiatan terutama olahraga akibat adanya hambatan pergerakan oleh karena kegemukannya itu. Bagaimanapun, depresi adalah masalah yang serius baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa. Bila anda merasa anak anda mengalami depresi, cobalah untuk bicara padanya. Anda juga dapat mendiskusikan kekhawatiran anda dengan dokter dan guru-guru anak anda.
  • Gangguan pernapasan seperti infeksi saluran napas, tidur ngorok, sehingga tidur tidak nyenyak, sering mengantuk siang hari dan akibatnya dapat mengganggu aktivitas belajar di sekolah dan menurunnya pencapaian nilai akademis.
  • Pada saluran pernafasan bayi, obesitas meningkatkan risiko infeksi saluran pernafasan bagian bawah karena terbatasnya kapasitas paru-paru.
  • Kulit sering lecet karena sering bergesekan khususnya di daerah lipatan, anak merasa gerah/ panas, sering disertai biang keringat, maupun jamur pada lipatan-lipatan kulit.
  • Obesitas dapat juga menghambat gerakan anak.
  • Gangguan kedudukan dan pertumbuhan tulang, berupa kaki pengkor atau tergelincirnya bagian sambungan tulang paha (terutama pada anak laki-laki) serta pertumbuhan tulang yang harus menahan beban yang lebih berat dari yang semestinya.
  • Kegemukan terutama di daerah perut, kadar lemak dan kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, resistensi terhadap insulin dapat meningkatkan kerentanan terhadap terbentuknya sumbatan pembuluh darah, penyakit jantung, kencing manis (diabetes), stroke dan kerentanan terhadap proses peradangan (American Heart Association).
  • Faktor risiko yang ada pada masa kanak-kanak (termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes) dapat menyebabkan terjadinya masalah medis saat mereka beranjak dewasa. Mencegah atau menangani obesitas pada anak-anak dapat mengurangi risiko terjadinya masalah kesehatan seperti ini saat mereka dewasa.
  • Pubertas atau menarche (awal menstruasi) dini: anak yang kelebihan berat badan dapat tumbuh lebih tinggi dan secara seksual lebih matang dari anak-anak sebayanya. Gadis-gadis yang mengalami kelebihan berat badan seringkali mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur dan menghadapi masalah fertilitas (kesuburan) pada usia dewasanya.

Tata Laksana Penanganan Obesitas Pada Anak-Anak

Pengaturan Diet

  • Belajarlah mengenai kebutuhan nutrisi pada anak-anak. Berkonsultasilah pada ahli gizi sehingga bisa didapat tatanan diet yang tepat.
  • Atur kalori yang masuk dan sesuaikan dengan kebutuhan anak. Diet pada anak bukan untuk menurunkan berat badan tetapi lebih pada menghentikan atau memperlambat laju pertambahan berat badan sehingga si anak dapat tumbuh sesuai dengan berat badannya secara bertahap. Namun jika obesitas sudah berlebihan dan berat badan anak harus diturunkan, berkonsultasilah pada dokter atau ahli gizi anak agak penurunan berat badan tidak sampai mengganggu pertumbuhan anak.
  • Gali motivasi anak dan dapatkan kesepakatan bersama.
  • Biasakan anak mengomsumsi makanan berserat, seperti sayuran dan buah-buahan.
  • Kurangi asupan kalori dari makanan tambahan berkalori tinggi seperti es krim, cokelat, atau minuman ringan.

Pengaturan kegiatan fisik

  • Mulai dengan membatasi nonton TV dan bermain komputer.
  • Dorong anak untuk melakukan kegiatan fisik yang membakar kalori dan menggunakan berbagai kelompok otot yang berbeda misalnya main lari-larian, berenang, main sepeda, main sepatu roda. Kegiatan fisik yang bagus akan menaikkan kecepatan detak jantung dan mengeluarkan keringat secukupnya. Anak-anak tidak boleh sampai terlalu capai atau terlalu berkeringat bahkan sampai kehabisan napas.
  • Jangan lupa untuk minum air putih untuk menggantikan cairan yang hilang melalui keringat.
  • Ajak anak untuk terlibat dalam kegiatan olahraga di sekolah atau di sekitar rumah.
  • Jangan memberi makan di luar jam makan yang seharusnya
  • Jangan memburu-buru waktu makan. Orang cenderung makan lebih banyak jika terburu-buru.
  • Jangan gunakan makanan sebagai hadiah atau reward.
  • Jangan gunakan makanan penutup sebagai hadiah jika menghabiskan makanan.
  • Jangan makan di restoran cepat saji lebih dari 1 kali seminggu.
  • Pastikan bahwa makanan yang dibeli di luar rumah seperti di kantin sekolah memiliki gizi seimbang.
  • Berikan air putih jika anak-anak haus. Hindari minuman berkarbonasi dan minuman yang manis.

Modifikasi kebiasaan makan
Orang tua perlu mengembangkan kebiasaan makan yang baik untuk membantu anak-anaknya memiliki berat badan yang sehat misalnya dengan :

Pencegahan

  1. Makanan sehat yang seimbang
    Biasakan anak mengonsumsi makanan berserat, seperti sayur dan buah-buahan.
  2. Mulai dengan ASI Eksklusif. Pencegahan kegemukan bisa dimulai dari pemberian ASI secara eksklusif. Sebab pemberian ASI tidak akan membuat asupan susu si kecil menjadi berlebihan. Sementara itu, jika balita diberi susu formula, orang tua cenderung akan memaksa menghabiskan semua susu yang sudah ada dalam botol.
  3. Ubah kebiasaan makan
    Batasi kebiasaan makan diluar rumah, terutama bila yang dikonsumsi makanan jenis cepat saji. Beri porsi yang kecil untuk anak saat mengkonsumsi makanan cepat saji. Hindari asupan kalori tambahan dalam jumlah besar dengan mengonsumsi es krim atau minuman ringan setelah makan.
  4. Lakukan kegiatan fisik
    Biasakan anak melakukan kegiatan fisik diluar sekolah selama 20-30 menit per hari.

 Bila anda khawatir anak anda mengalami kelebihan berat, buat perjanjian dengan dokter anak. Bila anak anda kelebihan berat, dokter akan menanyakan mengenai kebiasaan makan dan aktivitas sehari-hari anak anda dan akan memberikan saran-saran mengenai bagaimana membuat perubahan ke arah yang positif. Ia mungkin juga akan memutuskan untuk melakukan pemeriksaan atas beberapa kondisi medis yang dapat dihubungkan dengan obesitas. Untuk anak-anak tertentu yang memiliki kelebihan berat, dokter juga akan merekomendasikan program penurunan berat badan yang komprehensif.

Bila anda, sebagai orangtua, memiliki pola makan yang baik dan berolahraga secara rutin dan dapat memasukkan kebiasaan yang sehat dalam kegiatan keluarga sehari-hari, berarti anda telah membentuk gaya hidup yang sehat bagi anak anda yang dapat berlangsung terus hingga ia beranjak dewasa. Bicarakan pada anak mengenai pentingnya pola makan yang baik, dan pentingnya kegiatan fisik, tapi buatlah kedua hal tersebut sebagai kegiatan keluarga sehingga menjadi kebiasaan yang baik bagi anda dan anak-anak anda. Terakhir, biarkan anak-anak anda mengetahui bahwa anda mencintai mereka, tidak peduli berapapun berat badan mereka, dan bahwa anda ingin membantu mereka menjadi sehat dan bahagia.

Published on Majalah Al-Mawaddah Edisi Mei 2009 by dr. Desie Dwi W.

One Response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: