DISMENORHEA: Nyeri Haid Yang Sangat Mengganggu


Urghh… mengingat dismenorhea dua siklus terakhir mengerikan, karena biasanya ga pake muntah. Nyeri perut hebat dan mual hingga muntah, menguras semua isi perut. Perut seperti diaduk-aduk tak karuan dan ditusuk-tusuk. Alhamdulillah… tidak disertai gejala lainnya. Alhamdulillah… saya mungkin lebih beruntung dari teman-teman yang mengeluh sakit kepala atau bahkan sampai pingsan bila dismenorhea datang menyerang.

Alangkah baiknya untuk mengenal dismenorhea lebih dekat, kawan karib tamu bulanan wanita =)

Apa itu Dismenorhea?

Dismenorhea adalah kondisi medis yang ditandai dengan nyeri perut pada saat menstruasi. Banyak wanita yang mengalami nyeri saat menstruasi, akan tetapi yang dikatakan sebagai dismenorhea di sini adalah rasa nyeri yang teramat sangat hingga membatasi dirinya untuk melakukan aktivitas normal sehari-hari atau nyeri yang membutuhkan pengobatan.

Alhamdulillah jika nyeri Anda bukan termasuk keduanya, apalagi jika tanpa disertai rasa nyeri, betapa bersyukurnya =)

Dismenorhea dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu dismenorhea primer dan sekunder. Dibedakan antara yang primer dengan sekunder karena yang sekunder ada penyakit atau kelainan yang mendasarinya, yaitu kelainan di pelvic alias panggul. Selanjutnya akan dibahas lebih lengkap lagi.

Berapa Banyak Wanita yang Mengalaminya?

Prevalensinya diperkirakan antara 45 % hingga 95 % pada wanita usia reproduktif.

Ehmm… bukan jumlah yang sedikit.

Banyak diantaranya yang mengobati dirinya sendiri di rumah tanpa mencari pertolongan medis untuk mengatasi nyerinya.

Saya rasa teman-teman juga, paling istirahat, tidur meskipun ga bisa juga karena merasakan sakit luar biasa, itung-itung belajar memotivasi diri sendiri bahwa sakit saat melahirkan berkali-kali lipat jauh lebih sakit dari pada dismenorhea. Masya Allah… Tapi belum punya pengalaman kalo ini, ini baru kata orang =)

Meskipun tidak membahayakan jiwa, dismenorhea dapat melemahkan sehingga seseorang menjadi lemas, tidak bertenaga sehingga berdampak negatif pada kegiatannya sehari-hari dan secara psikologis akan sangat mengganggu, bahkan menjadi salah satu alasan tersering wanita tidak masuk kerja atau sekolah.

Asal jangan dijadikan sebagai alasan saja. Alhamdulillah saat sekolah dan kuliah dulu jarang ga masuk karena alasan ini. Berarti sering ga masuk dengan alasan lain dong??? Wah… kesimpulannya tidak tepat! =) Alhamdulillah Allah memberikan kesehatan dan kemudahan dalam setiap urusan hambaNya…

Bagaimana Patofisiologinya?

Kalau ditanya tentang patofisiologinya, biasanya mahasiswa kedokteran segera sigap untuk menjawabnya atau setidaknya keingintahuannya begitu besar mengenai hal ini (saya pun pingin tahu, tapi ya gitu kadang sering lupa =). Sebenarnya tidak hanya diperuntukkan buat yang berkecimpung dalam dunia medis saja, tapi kalau banyak kata-kata sulit (meskipun sudah diupayakan disesuaikan dengan bahasa kite-kite alias istilah umum, silahkan di-skip saja dan menuju ke pembahasan berikutnya =).

Nyeri seringkali disebabkan oleh status psikologis atau emosional wanita tersebut, hubungan yang tidak sehat dalam keluarga, dll. Penelitian baru-baru ini telah berhasil menerangkan peran psikologis secara nyata terhadap timbulnya dismenhorea, yang dapat menggeser teori sebelumnya.

Dismenorhea primer biasanya dimulai dalam 6 hingga 12 bulan setelah menarche (pertama kali menstruasi). Saat menstruasi, pelepasan sel-sel endometrium akan diikuti dengan dikeluarkannya prostaglandin yang akan menyebabkan timbulnya iskemia, kontraksi miometrium dan vasokonstriksi. Ternyata dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa wanita dengan dismenorhea berat, terjadi peningkatan prostaglandin pada darah menstruasinya.

Niy dari hasil penelitian lho…

Vasopresin diperkirakan juga berperan melalui cara yang hampir sama.

Hayo mulai dinget-inget kerjanya vasopresin, dibaca-baca dan jangan tanya saya dulu sebelum membacanya, tar kalau ada yang sulit saya akan bantu… bantu mencari jawabannya maksudnya =).

Dismenorhea sekunder bisa terjadi kapanpun setelah menarche, tetapi paling sering ketika wanita berumur 20an atau 30an tahun, setelah beberapa tahun mengalami siklus normal tanpa rasa nyeri. Peningkatan prostaglandin juga ikut berperan di sini, akan tetapi disertai adanya kelainan atau penyakit pada pelvic (panggul). Penyebab tersering adalah endometriosis, leiomioma, adenomiosis, polip endometrial, chronic pelvic inflammatory disease (PID), dan pemakaian IUD.

Tuh kan… mulai terlihat beda antara yang primer dengan yang sekunder. Hayoo… termasuk yang manakah Anda??? Akan tetapi ini baru skrining awal… selanjutnya berkonsultasilah dengan dokter.

Bila dibandingkan antara wanita dengan dismenorhea primer dan yang tidak mengalaminya, maka pada dismenorhea primer terjadi peningkatan aktivitas otot uterus dan juga diikuti dengan peningkatan kekuatan dan frekuensi kontraksi.

Apa Penyebabnya?

Penyebab dismenorhea tergantung pada klasifikasi yang mana nyeri anda saat ini, apakah primer atau sekunder. Umumnya, wanita dengan dismenorhea primer memiliki kontraksi uterus yang abnormal sebagai akibat dari ketidakseimbangan kimia pada tubuh (sebagian besar prostaglandin dan asam arakhidonat, keduanya yang mengontrol kontraksi uterus). Pada dismenorhea sekunder disebabkan oleh kondisi lain, yang paling sering adalah endometriosis dan penyebab lainnya yang sudah disebutkan di atas tadi.

Siapa Yang Berisiko Mengalami Dismenhorea ?

Siapapun bisa mengalami dismenorhea.

Eitsss… bukan siapapun, tapi wanita yang sudah mengalami menstruasi tentunya,  tidak melihat dari suku atau ras apapun. Wah… adil niy si dismenorhea, tidak pandang bulu =).

Keadaan di bawah ini akan meningkatkan risiko mengalami dismenorhea primer yaitu:

  • Wanita yang merokok
  • Wanita yang minum alkohol selama menstruasi karena alkohol akan memperpanjang nyeri pada saat menstruasi
  • Wanita yang kelebihan berat badan dan obesitas
  • Wanita yang tidak memiliki anak
  • Menarche dini (wanita yang pertama menstruasi sebelum umur 12 tahun)
  • Mempunyai riwayat yang sama dalam keluarga

Berkonsultasilah dengan dokter anda untuk informasi lebih lanjut.

Apa saja Gejala-gejalanya?

Gejala utama adalah nyeri yang berkonsentrasi di perut bagian bawah, atau di bagian umbilikus (daerah sekitar pusat atau “udel” in bahasa Jawi) atau regio suprapubik (ini adalah bagian bawah “udel” tadi). Juga sering dirasakan di perut bagian kanan dan kiri. Bisa juga menyebar ke arah paha atau punggung. Nyeri kadang disertai oleh kram perut. Gejala lainnya adalah mual dan muntah, diare, sakit kepala, lemas, lemah, pusing bahkan sampai pingsan. Gejala dismenorhea seringkali dimulai tiba-tiba mengikuti ovulasi dan bisa berakhir sampai akhir menstruasi, disebabkan dismenorhea sering dikaitkan dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh saat ovulasi. Pemakaian pil KB dapat mencegah timbulnya gejala dismenorhea, karena pil KB menghentikan ovulasi.

Wah… mending hamil saja ya biar ga dismenorhea, daripada make pil KB yang tentu saja akan ada efek sampingnya, besar maupun kecil.

Gejala-gejala ini mungkin menyerupai gejala pada penyakit atau masalah medis yang lain. Selalu berkonsultasi dengan dokter anda agar dapat segera didiagnosis dan mendapatkan terapi yang tepat

Jangan khawatir, terapi kan tidak selalu menggunakan obat… =)

Bagaimana Cara Mendiagnosis?

Kembali… bagian ini mungkin berguna buat yang berkecimpung di dunia medis, tapi karena terlalu khusus, maka saya pun mengambil inisiatif untuk tidak terlalu banyak membahasnya, tar yang baca malah munyeng alias mumetz bin bingung.

Diagnosis dimulai dengan evaluasi ginekologis melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan rongga panggul. Diagnosis dismenorhea hanya bisa dipastikan saat dokter telah mengeliminasi kelainan menstruasi yang lain atau kondisi medis lain dengan gejala yang sama atau pengobatan yang mungkin bisa menyebabkan kondisi seperti itu. Sebagai tambahan, prosedur diagnostik untuk dismenorhea termasuk di dalamnya antara lain dengan USG, MRI, laparoskopi dan histeroskopi.

Dismenorhea primer dengan sekunder dapat dibedakan melalui anamnesis, termasuk di dalamnya usia pada saat menarche, perdarahan abnormal dari vagina atau cairan abnormal dari vagina, dispareunia (nyeri saat hubungan seksual) dan riwayat obstetri.

Ehmm… yang ini penting buat calon dokter alias adik-adik koas. Hayoo… dicari riwayat obstetri apa saja yang harus ditanyakan?!! =)

Sebagai tambahan, biar ga terlalu banyak yang dicari, karena dari tadi saya kasih tugas mulu… Dari anamnesis, harus dapat mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk mengklasifikasikan sementara, termasuk dismenorhea yang mana. Data-data itu antara lain:

  • Dismenorhea primer
    • Onset dalam 6-12 bulan setelah menarche
    • Nyeri perut bagian bawah dimulai saat menstruasi dan berakhir 8 hingga 72 jam
    • Bisa diikuti gejala-gejala seperti nyeri bagian punggung, nyeri paha bagian depan atau tengah, sakit kepala, diare, mual/ muntah, dll.
  • Dismenorhea sekunder
    • Onset pada umur 20 an atau 30 an tahun, setelah sebelumnya tidak pernah mengalami dismenhorea selama siklus menstruasinya
    • Infertilitas (harus tau definisinya dong… dicari..dicari… =)
    • Menstruasi banyak (menoragi) dan atau tidak teratur (metroragi). Tidak teratur di sini adalah dalam satu bulan bisa terjadi dua kali siklus atau bahkan siklusnya memanjang. Normalnya siklus menstruasi kan 21-35 hari.
    • Nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia)
    • Keluar cairan dari vagina
    • Nyeri tidak dapat disembuhkan dengan obat golongan NSAIDs (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs)

Tata Laksana?

Tata laksana diberikan berdasarkan:

  • Umur, derajat kesehatan secara keseluruhan dan riwayat medis
  • Berat ringannya kondisi saat itu
  • Penyebab (primer ataukah sekunder)
  • Toleransi terhadap obat-obatan dan terapi lainnya

Konseling dengan dokter akan meningkatkan pemahaman Anda dan dapat membantu dalam memanajemen stress yang Anda alami. Tatalaksana lainnya antara lain:

  • Penghambat prostaglandin untuk mengurangi nyeri antara lain obat golongan NSAIDs seperti asam mefenamat, ibuprofen, dll.

  • Asetaminofen seperti parasetamol

Sebenarnya ini masuk dalam golongan NSAIDs juga, akan tetapi si penulis aslinya memisahkannya, ya udah saya mah ikut aja dah =)

  • Kontrasepsi oral yang dapat mencegah terjadinya ovulasi

Udah… hamil aja dech… lho koq… =), nikah dulu pastinya…

  • Progesteron sebagai terapi hormon
  • Modifikasi diet (nutrisi) yaitu meningkatkan asupan protein , asam omega 3, magnesium, vitamin E, seng dan tiamin (vitamin B1) dan menurunkan asupan gula dan kafein

  • Suplemen vitamin

  • Olahraga teratur

Wadduh… harus semangat olahraga nih…

  • Alas atau bantal yang hangat yang melapisi dinding perut

Biasanya ibu saya menggunakan bekas botol kecap atau botol sirup yang diisi dengan air panas lalu botol tadi dilapisi dengan kain agar tidak terlalu panas. Boleh ditiru koq =)

Prognosis

Pada wanita dengan dismenorhea primer, maka keluhannya akan berkurang atau bahkan benar-benar hilang setelah melahirkan anak.

So jangan khawatir, mudah-mudahan segera setelah melahirkan, dismenorhea menjauh dari tubuh kita. Aamiin…

Sedangkan dismenorhea sekunder prognosisnya tergantung penyakit atau kelainan yang mendasari dan tatalakasana yang tepat pada penyakit atau kelainan tadi akan sangat menentukan prognosis dismenorhea sekunder.

So, penetapan diagnosis dengan segera dan tata laksana yang tepat,  dapat meningkatkan prognosisnya.

Teringat masa-masa koas “Ad vitam: bonam”, “Ad functionam: dubia ad malam” dan “Ad sanactionam: malam”. Wah bahasa apa pula itu =) Eits… tunggu dulu, ini sama sekali tidak berhubungan dengan prognosis dismenhorea tadi lho… Ini hanyalah kenangan masa lalu yang hinggap saat menulis prognosis.

 

Sumber :

http://www.healthsystem.virginia.edu/uvahealth/peds_adolescent/dysmn.cfm

http://emedicine.medscape.com/article/795677-overview

http://en.wikipedia.org/wiki/Dysmenorrhea

http://www.medindia.net/Patients/PatientInfo/dysmenorrhea_prevention.htm

- Kuala Lumpur, 25 November 2009 -

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: